Kiwil Mengaku Lebih Tenang Setelah Dalami Agama

Kompas.com - 28/05/2019, 17:48 WIB
Komedian Kiwil saat ditemui usai tampil di salah satu acara stasiun televisi swasta di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAKomedian Kiwil saat ditemui usai tampil di salah satu acara stasiun televisi swasta di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komedian Wildan Delta atau yang dikenal sebagai Kiwil mengaku lebih tenang menjalani hidup setelah mendalami ilmu agama.

Menurut Kiwil, dirinya menjadi punya pegangan dalam menghadapi berbagai kesulitan.

"Iyalah bahkan orang yang hijrah itu banyak, tapi malah sebenarnya Allah SWT yang permudah dengan kuatkan mental dan kuatkan imannya dengan takwa, bahkan kalau kita sudah dekat sama Allah SWT mau minta dunia juga dikasih," ucapnya usai tampil dalam sebuah acara di salah satu televisi swasta di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019). 

Kiwil pun mencontohkan seperti apa yang dirasakan oleh salah satu gurunya yang baru saja berpulang, yakni Ustaz Arifin Ilham.

Baca juga: Banyak Teman Sudah Meninggal Bikin Kiwil Lebih Giat Beribadah

"Contohnya tadi Ustaz Arifin Ilham, meski yatim tapi semuanya dikasih. Harta berlimpah, rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah dan putra putri yang soleh, dan wafatnya dalam keadaan khusnul khotimah mau ngapain lagi, itu yang nikmat, dan hidup beliau juga sama dulunya seperti Kiwil penuh dengan cobaan," tuturnya.

Berkait pekerjaan yang kini lebih selektif setelah mendalami agama, pria berusia 46 tahun ini mengaku tak berpengaruh terhadap penghasilannya.

"Jadi siapa bilang rezekinya berkurang, malah makin bertambah," ujarnya.

Ketika ditanya kegiatan barunya yang mulai rutin mengisi berbagai kajian agama, Kiwil mengatakan bahwa dirinya memang kini sering mendatangi banyak daerah untuk berbagi ilmu agama.

Namun, pria yang terkenal lewat program televisi Spontan mengaku bahwa ia masih sebatas berbagi ilmu agama hanya pada orang-orang terdekatnya saja.

"Iya sering mengisi (kajian) ke seluruh pelosok daerah. Tapi dakwah itu bukan buat orang lain, tapi dakwah itu buat diri saya, dan saya cuma sharing berbagi sesama. Ambil baiknya buang buruknya," imbuhnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X