Malam Penyair Asia Tenggara Berlangsung Hikmat

Kompas.com - 30/06/2019, 10:51 WIB
Sutarji Calzoum Bachri baca puisi pada Pertemuan Penyair Nusantara XI di Kudus, Jateng, Sabtu 29 Juni 2019.Image Dynamics Sutarji Calzoum Bachri baca puisi pada Pertemuan Penyair Nusantara XI di Kudus, Jateng, Sabtu 29 Juni 2019.

KUDUS, JATENG, KOMPAS.com--Malam Penyair Asia Tenggara yang menjadi salah satu mata acara pada Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) ke XI tahun 2019 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation di Kudus, Jawa Tengah, pada 28-30 Juni 2019, berlangsung hikmat.

Acara yang dihadiri oleh puluhan penyair ini dibuka oleh KH Najib Hassan dari pihak Menara Kudus. Dalam sambutannya, Najib mengisahkan bahwa menara tempat berlangsungnya acara dibangun pada tahun 1956 H atau tahun 1549 Masehi. Usai memberikan sambutan, Najib membacakan puisi berjudul "Karena Aku Mansuia" karya Mustofa Bisri.
 
Menurut penyelenggara, penyair yang mendukung acara ini berjumlah 46 penyair dari Jawa Tengah, 32 penyair nasional, 6 penyair dari Malaysia, 7 penyair dari Singapura, 6 penyair dari Thailand dan 4 penyair dari Brunei Darussalam.

Penyair asal Aceh, Fikar W Eda tampil pertama, membacakan kisah pedih yang pernah melanda warga Aceh pada tahun 1901 hingga 1905, yakni pembantaian yang dilakukan oleh penjajah Belanda.Judul puii yang dibacakan Fikar "Gerombolan Anjing Liar dari Netherland".

Berturut-turut seusai Fikar, afa penyair Emi Suy membacakan puisi karya sendiri berjudul "Cinta Semesta", Rosman dari Malaysia, Bode Riswandi (Tasikmalaya) membacakan "Enam stanza untuk Indonesia", Thomas Budi membaca "Gus Mus Menjadi Venus", Farida Taib (Singapura" mebaca puisi "Berkabung", Didit Endro (Jepara), Sulaiman Saha (Thailand), Zawawi Imron (Madura) membaca puisi berjudul "Ibu" dan Ibu Pertiwi" atau "Tanah Sajadah", Ampuan Brahim (Brunei Darussalam), Rini intama (Banten) membaca puisi "Surat untuk Oy", Sutarji Calzoum Bachri, KH Mustofa Bisri, dan Imam Maarif (Jakarta).

Emi Suy (Jakarta)Image Dynamics Emi Suy (Jakarta)

Acara yang diramaikan pula oleh kelompok Terbang Papat Menara Kudus ini juga menghasilkan rekomendasi. Di antaranya;
1. Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) akan dilaksanakan setiap dua tahun sekali.
2. PPN XII akan diadakan di Malaysia.

Pertemuan Penyair Nusantara tidak hanya menjadi peristiwa sastra atau peristiwa budaya rutin dua tahunan, PPN juga bertujuan untuk menjalin komunikasi antar penyair Nusantara, membahas perkembangan sastra dan kebudayaan nusantara, membuat antologi puisi bersama serta membaca sajak di atas panggung yang sama.

Selain Panggung Penyair Asia Tenggara, PPN juga diisi kegiatan diskusi, workshop puisi, ziarah budaya, dan lain-lain.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X