Taring Wakili Indonesia di Festival Musik Metal Internasional Wacken Open Air Jerman

Kompas.com - 11/07/2019, 07:42 WIB
Grup band Taring usai menjuarai WMBI 2019 di Dome Balerame Sabilulungan, Soreang, Bandung, pada 22 Juni 2019. KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAGrup band Taring usai menjuarai WMBI 2019 di Dome Balerame Sabilulungan, Soreang, Bandung, pada 22 Juni 2019.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup band metal asal Bandung, Taring, akan mewakili Indonesia untuk berkompetisi dalam festival musik metal terbesar Wacken Open Air atau W:O:A di Jerman, pada pada 29 Juli hingga 4 Agustus 2019 mendatang.

Taring berhasil melaju ke Jerman setelah ia memenangi kompetisi musik metal dalam negeri Wacken Metal Battle Indonesia (WMBI) 2019 setelah mengalahkan sepuluh finalis lainnya yang diselenggarakan di Dome Balerame Sabilulungan, Soreang, Bandung, pada 22 Juni 2019 lalu.

Wacken Metal Battle Indonesia (WMBI) merupakan wadah kompetisi band metal Indonesia yang diinisiasi DCDC Dreamworld, bekerjasama dengan ATAP Promotions dan The Metal Rebel.

Dari keterangan pers yang diterima Kompas.com, Rabu (10/7/2019), Taring bersama tim DCDC direncanakan berangkat menuju Wacken, Jerman, pada 29 Juli 2019.

Baca juga: Band Nu-metal Korn Bikin Video Parodi dari A Star Is Born

Taring dijadwalkan tampil di panggung W:O:A Metal Battle pada tanggal 31 juli 2019.

Perjalanan Taring hingga bisa mewakili Indonesia di ajang internasional tidaklah mudah, Taring bersaing dengan sebanyak 206 band dari 70 kota yang mengikuti W:O:A Metal Battle Indonesia 2019.

Dari 206 band tersebut, kandidat dikerucutkan menjadi 30 besar lalu 10 besar dan terpilihlah Taring sebagai pemenang.

Salah satu juri WMBI, Arian Seringai, menilai bahwa Taring layak dinobatkan sebagai juara WMBI 2019 dan mewakili Indonesia di Jerman karena memiliki potensi besar untuk tampil memukau di ajang W:O:A. 

"Ada syarat-syarat yang harus dipatuhi, selain bermain yang baik di atas panggung. Seperti aturan waktu tampil setiap band. Sekitar 20 menit. Sanggup tidak band mengatur waktu itu?" ucap Arian.

"Karena juri tentu sangat jeli, tidak boleh kurang atau lebih. Nah, ketika Taring tampil, semua juri memberi angka besar karena band ini seperti the whole package, genre metalnya kental, lengkap dan bagus. Selain itu, soal manajemen waktu mereka juga sangat teliti," sambung Arian Seringai.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X