Mantan Kepala BNN: Nunung Bersalah atau Tidak Hukumannya Rehabilitasi

Kompas.com - 09/08/2019, 16:05 WIB
Pelawak Nunung menangis tak kuat mengikuti konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNGPelawak Nunung menangis tak kuat mengikuti konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kepala BNN Komjen Pol (Purn) Anang Iskandar turut menyoroti kasus para pesohor yang terjerat narkoba, salah satunya komedian Tri Retno Prayudati atau Nunung.

Menurut Anang, Nunung harus direhabilitasi entah apa pun keputusan proses peradilannya.

"Nunung mestinya ditempatkan rehabilitasi dan Nunung bersalah atau tidak, hukumannya rehabilitasi," ucap Anang dalam diskusi di kawasan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (9/8/2019).

Pendapat itu, kata Anang, didasari dari pandangannya atas regulasi yang mengatur tentang narkotika. Dalam kasus Nunung, lanjut Anang, harusnya berlaku rehabilitasi.

"Pada prinsipnya UU Narkotika mengatur dua kejahatan, kejahatan pengguna dan peredaran. Kejahatan penyalahgunaan (narkotika) sifatnya penegak hukum (memberlakukan) rehabilitatif," ucapnya.

Baca juga: 4 Fakta Terbaru Kasus Nunung, Hasil Tes Rambut hingga Cekcok dengan Suami

Anang melihat, saat ini sepertinya penegak hukum tidak berlaku demikian terhadap kasus Nunung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Seperti Nunung, ya saat ini tuh menjalani represif, bukan rehabilitatif," ujarnya.

"Kalau Nunung dipenjara, itu bertentangan dengan UU Narkotika," sambung Anang.

Akan tetapi, pendapat Anang itu bukan berarti untuk menekan proses hukum Nunung. Ia justru setuju dengan proses hukum yang sedang bergulir, hanya saja penerapannya haruslah tepat.

"Saya setuju, Nunung sampai pengadilan. Nunung memang bersalah dan penjahat. Yang tidak boleh dilakukan penegak hukum menahan dan memvonis nunung dengan penjara. Harus dihukum rehabilitasi," ucapnya.

Baca juga: Asesmen BNN Sudah Keluar, Nunung Akan Direhabilitasi?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.