Kau Tetap Kawanku Kini dan Nanti

Kompas.com - 17/08/2019, 18:18 WIB
Bendera Merah Putih berkibar di Lapangan Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Jumat (17/8/2018). Lapangan Distrik Anggi berada di ketinggian sekitar 1.750 meter di atas permukaan laut (mdpl). KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOBendera Merah Putih berkibar di Lapangan Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Jumat (17/8/2018). Lapangan Distrik Anggi berada di ketinggian sekitar 1.750 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Seorang kawan yang beragama Nasrani bercerita perihal ceramah seorang ustad yang membahas Salib yang sedang viral di media sosial. Kawan saya yang Nasrani itu sedih, tapi tak bisa apa-apa. Demikianlah senantiasa nasib minoritas yang tak berdaya, bahkan ketika kepercayaannya yang hakiki sebagai manusia dalam meyakini agamanya itu dicederai.

Lantas kawan saya dengan sedih bicara begini, "Tolong Jodh.. 17 Agustus kok memecah..."

Ya ya.. 17 Agustus, hari ulang tahun republik ini, lahirnya bangsa ini yang diawali oleh kesepakatan semua golongan, kepercayaan, agama, suku, untuk bersatu padu membentuk bangsa bernama Indonesia.

Saya tentu tak pantas untuk memberikan nasihat kepada ulama besar sekelas ustad yang sedang viral itu agar begini dan begitu. Tidak.

Yang bisa saya lakukan hanyalah merasai kesedihan, juga kedukaan kawan saya itu. Kesedihan yang sama pernah saya rasakan manakala Nabi Muhammad dihinakan, Al Quran dilecehkan.

Saya marah, jengkel, tapi tak juga ingin membalas perlakuan brutal itru dengan perbuatan yang sama. Maaf, memaafkan, adalah di antara kata dan tindakan yang saya yakini paling indah di muka bumi ini, selain cinta, ibu, dan kasih.

Pada titik ini, saya senantiasa berpijak pada firman Allah SWT, Lakum Diinukum wa Liya Diin. Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Sebuah garis yang tegas langsung dari Allah untuk tak mencampuri urusan agama orang lain.

Temanku sayang, tak usah sedih berkepanjangan. Tak ada yang bisa memisahkan perkawanan kita. Kau dan aku adalah saudara sebangsa yang diikat oleh kesepakatan para pendiri bangsa ini.

Maafkan mereka yang melukaimu, sebab mereka mungkin tak menyadari akibat perbuatannya.

Kau, seperti juga Made, Asiang, Parto, Nehemia, Barung, tetap kawanku, tetap saudaraku, kini dan nanti.

Ciledug, 17 Agustus 2019

Jodhi Yudono.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Seleb
komentar di artikel lainnya
Close Ads X