NOAH Rela Terombang-ambing di Laut demi Garap Album Baru

Kompas.com - 15/09/2019, 16:35 WIB
David, Lukman dan Ariel Noah saat jumpa pers konser #ILOVERCTI30 di MNC Tower, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (7/8/2019). KOMPAS.com/IRA GITADavid, Lukman dan Ariel Noah saat jumpa pers konser #ILOVERCTI30 di MNC Tower, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (7/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah lima tahun tak keluarkan album, grup band NOAH kembali menyapa para penggemarnya yang disebut Sahabat NOAH dengan karya baru bertajuk " Keterkaitan Keterikatan".

Album kedua ini terbilang unik karena proses pengerjaannya dilakukan di atas kapal pinisi cheng ho.

Banyak tantangan yang harus dihadapi Ariel dan kawan-kawan saat merampungkan album kedua tersebut.

Baca juga: NOAH x Yovie & His Friends Janjikan Suguhan Spesial nan Meriah di Project X

Salah satunya adalah kendala cuaca dan ombak yang tak bersahabat hingga membuat para personel mabuk laut.

"Salah set tanggal kayaknya mungkin. Jadi pas kita dengan ide rekaman di kapal, di tengah laut lepas enggak ada apa-apa, tahu-tahu pas tanggalnya badai," ujar sang vokalis NOAH, Ariel seperti dilansir dari Grid.ID, Kamis (12/9/2019).

"Yang terjadi tiga hari pertama itu ya tadi, kita di lautan terombang-ambing semua barang berjatuhan," sambung Ariel.

Baca juga: Ariel Blak-blakan Ungkap Perbedaan Setelah Uki Hengkang dari NOAH

Meskipun sempat mabuk laut hingga proses kreatif mereka tertunda di tiga hari pertama, personel lainnya, David mengatakan, pada hari-hari selanjutnya pembuatan album justru berjalan lancar.

"Ya itu benar dapat kisi-kisi lagu kaya intro lagu yang krusial. Dari situ kita bisa kembangkan seperti Kau Udara Bagiku, terus lagu-lagu yang lain," ujar David.

"Wanitaku juga dapat banyak banget yang baru dari situ meskipun enggak sempat diselesaikan, berarti banget sih. Di sisa empat hari itu kita sampai tengah malam rekamannya," skatanya.

Baca juga: Kejutan! Bakal Ada NOAH dan Clubeighties di Synchronize Fest 2019

Album "Keterkaitan Keterikatan" berisi sembilan lagu yang terdiri dari delapan lagu baru dan satu bonus track.

Versi digital album kedua Noah ini sudah bisa dibeli sejak 24 Agustus 2019, sedangkan album fisiknya dijual mulai awal September 2019.

Artikel ini telah tayang di Grid.ID dengan judul Rekaman di Atas Kapal Pinisi, Noah Ungkap Tantangan yang Harus Dijalani Demi Selesaikan Album Kedua.



Sumber Grid.ID
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X