Sinopsis Hayya: The Power of Love 2 yang Tayang Hari Ini

Kompas.com - 19/09/2019, 10:28 WIB
Produser dan sejumlah pemain film Hayya: The Power of Love dalam jumpa pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu sore (8/9/2019). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanProduser dan sejumlah pemain film Hayya: The Power of Love dalam jumpa pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu sore (8/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Film Hayya: The Power of Love 2 diputar serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada Kamis (19/9/2019).

Film karya sutradara Jastis Arima ini melanjutkan kisah dari film 212: The Power of Love mengenai perjalanan Rahmat (Fauzi Baadila) yang sedang belajar memahami arti cinta dan keimanan.

Rahmat pun memutuskan untuk menjadi wartawan lepas dan menjadi relawan di berbagai tempat yang terkena bencana salah satunya di kamp pengungsian perbatasan Palestina.

 

Saat bertugas menjadi relawan kemanusiaan sekaligus jurnalis, Rahmad bertemu dengan anak perempuan setempat bernama Hayya (Amna Hasanah Sahab).

Hayya adalah yatim-piatu korban konflik di Palestina. Hayya yang masih berusia lima tahun tidak rela ditinggal oleh Rahmat.

Sebuah hal tidak terduga terjadi. Kehadiran Hayya mengubah kehidupan Rahmat sekaligus keluarga besarnya di Indonesia.

Di Tanah Air, Rahmat harus berkomitmen terhadap Yasna (Meyda Sefira), wanita yang ia cintai.

Baca juga: Hayya: The Power of Love 2, Angkat Kisah Kemanusiaan

Sementara di sisi lainya, Rahmat harus berhadapan dengan hukum yang berlaku di dua negara.

Dalam jumpa pers beberapa waktu lalu, Produser Eksekutif Erick Yusuf mengungkapkan bahwa film ini mengangkat tentang masalah-masalah kemanusiaan.

Sisi kemanusiaan yang diangkat, kata Erick, adalah bagaimana konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel banyak menimbulkan korban jiwa.

Banyak anak korban perang yang menjadi yatim-piatu dan mereka harus tinggal di kemah-kemah pengungsian.

"Saya berharap semua manusia peduli terhadap manusia lainnya," kata Erick.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh produser Oki Setiana Dewi. Menurut dia, penyampaian melalui sebuah film akan lebih mudah diterima oleh masyarakat terkait konflik kemanusiaan ini.

"Saya bahagia dengan semua yang mempunyai visi dan misi yang sama. Film ini ingin menyampaikan sebuah pesan, kekuatan cinta, membuat orang-orang sadar gimana memberikan perhatian lebih," kata Oki.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X