Getar Rindu Kunto Aji hingga Sihir Didi Kempot di Synchronize Fest 2019 Hari Pertama

Kompas.com - 05/10/2019, 12:11 WIB
Sobat ambyar berjoget saat penyanyi Didi Kempot tampil di hari pertama Synchronize Festival 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/10/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSobat ambyar berjoget saat penyanyi Didi Kempot tampil di hari pertama Synchronize Festival 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com- Konser musik hari pertama Synchronize Fest 2019 telah berlangsung meriah di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2019).

Puluhan musisi Tanah Air sudah memuaskan dahaga para penikmat musik yang datang hari itu.

Kompas.com merangkum empat penampilan menarik yang memukau penonton hari pertama Synchronize Fest 2019 sebagai berikut.

Penyanyi Raisa tampil di hari pertama Synchronize Festival 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/10/2019).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Penyanyi Raisa tampil di hari pertama Synchronize Festival 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

1. Raisa Aduk Emosi Penonton

Raisa berhasil membawa emosi penonton naik turun. Setelah menyanyikan "Tentang Cinta" dan "Serba Salah", istri aktor Hamish Daud itu galau dengan melantunkan lagu teranyarnya yang bertajuk "Kembali".

"Memang kalau orang-orang berkumpul untuk galau bersama itu kokoh banget ya. Enggak usah lama-lama menuju lagu galau pertama. Lagu galau pertama ini lagu paling baru aku," ucap Raisa.

Baca juga: Raisa yang Mengaduk-aduk Emosi di Synchronize Fest 2019

"Tentang seseorang yang mungkin kalian pengin bilang 'aku rindu sama kamu yang dulu. Rindu kita kembali kayak dulu'," lanjut Raisa.

Raisa kemudian mengembalikan suasana menjadi bahagia dengan lagu "Jatuh Hati".

Lautan cahaya dari ponsel penonton membuat suasana romantis yang diciptakan suara merdu Raisa terasa semakin kuat.

Kemudian, Raisa kembali menguras emosi penonton dalam lagu "Mantan Terindah". Bahkan, Raisa membiarkan penonton mengambil alih lagu dari awal hingga refrain berakhir.

Penyanyi Kunto Aji tampil di hari pertama Synchronize Festival 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/10/2019).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Penyanyi Kunto Aji tampil di hari pertama Synchronize Festival 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

2. Peristiwa menggetarkan Kunto Aji

Kunto Aji memberikan suguhan penampilan yang spesial saat beraksi di Firest Stage. Kunto menghadirkan peristiwa menggetarkan di tengah aksi panggungnya.

Saat itu alunan musik melantunkan lagu "Saudade". Belum juga Kunto bernyanyi, terdengar suara perempuan bercerita bagaimana lagu-lagu Kunto mengingatkannya akan sosok ibu yang belum pernah dia temui.

"Saya bisa merasakan sosok ibu di lagu ini," kata perempuan itu.

Seketika suasana hening. Kemudian dipecahkan oleh suara Kunto menyanyikan refrain lagu "Pilu membiru".

//Tak ada yang seindah matamu, hanya rembulan/Tak ada yang selembut sikapmu, hanya lautan//

Kemudian kembali terdengar suara-suara dari beberapa orang yang mengucapkan keinginan untuk bertemu dengan ayah, ibu, sahabat mereka yang telah tiada.

"Pah, aku kangen, sekarang usiaku udah 33, 28 tahun yang lalu papah masih gendong aku," ucap seorang laki-laki.

Kemudian Kunto kembali melanjutkan lirik lagunya.

//Masih banyak yang belum sempat aku katakan padamu/ Masih banyak yang belum sempat aku sampaikan padamu//

Terlihat ada seorang penonton yamg tak kuasa menahan air matanya.

Penyanyi Glenn Fredly tampil di hari pertama Synchronize Festival 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/10/2019).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Penyanyi Glenn Fredly tampil di hari pertama Synchronize Festival 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

3. Persembahan Glenn Fredly untuk Papua

Penyanyi Glenn Fredly memberikan persembahan spesial untuk Papua di panggung Synchronize Fest 2019.

Di tengah aksi penggungnya, Glenn menyanyikan sebuah lagu tentang Papua yang dia ciptakan bersama pernyanyi Ras Muhammad bertajuk "Tanah Perjanjian".

"Lagu berikut ini izinkan saya ditengah ke keriaan malam ini, izinkan saya bernyanyi untuk tanah papua," kata Glenn di atas panggung.

Suami penyanyi dangdut Mutia Ayu itu juga berucap, seperti berorasi, meyakinkan penonton bahwa orang-orang Papua tidak jahat seperti yang dibayangkan.

"Jangan pernah percaya kalau orang papua jahat-jahat, tidak. Saya kenal banyak orang papua, mereka semua baik," tutur Glenn.

"Orang-orang yang punya kepentingan politik dan memecah belah itulah yang jahat teman-teman," lanjutnya.

Tak sampai di situ, kemudian Glenn juga menyanyikan lagu daerah asal Papua "Yamko Rambe Yamko".

Penyanyi Didi Kempot tampil di hari pertama Synchronize Festival 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/10/2019).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Penyanyi Didi Kempot tampil di hari pertama Synchronize Festival 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

4. Sihir Lord Didi Kempot

Didi Kempot atau yang dijuluki The Godfather Borken Heart menjadi artis penutup Dynamic Stage Synchronize Fest 2019.

Area panggung sudah dipadati oleh penonton bahkan sejak setengah jam sebelum Didi beraksi. Dari anak muda hingga orang tua, malam itu semua bersatu menjadi sobat ambyar.

Hingga akhirnya sang bintang panggung muncul, dan langsung membawakan lagu lawasnya, "Stasiun Balapan".

Baru lagu pertama, para penonton langsung tenggelam dalam suasana dan hanyut dengan aransemen musik koplo dipadu lirik lagu yang menyayat hati.

Baca juga: Didi Kempot Sihir Sobat Ambyar, Hibur yang Patah Hati di Synchronize Fest

Pemandangan itu terus berlanjut saat Didi melantunkan "Layang Kangen", "Cidro" dan "Pamer Bojo".

Pada bagian lagu tertentu mereka serempak melemparkan kepalan tangan ke atas sambil berteriak "Cendol Dawet! Cendol Dawet!". Beberapa penonton naik ke pundak temannya, dan terus menggerakan tangan dan tubuhnya.

"Dari pada sakit hati mending dijogetin," kata Didi di atas panggung.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X