Angkat Betrand Peto sebagai Anak, Ruben Onsu Jalan 50 Meter hingga Diolesi Darah Ayam

Kompas.com - 07/10/2019, 16:10 WIB
Ruben Onsu, Sarwendah dan Betrand Peto dalam acara Brownies di Gedung Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2019). KOMPAS.com/IRA GITARuben Onsu, Sarwendah dan Betrand Peto dalam acara Brownies di Gedung Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presenter Ruben Onsu bersama sang istri, Sarwendah Tan berkunjung ke Pinggong Cancar, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kampung halaman Betrand Peto, beberapa waktu lalu.

Ruben Onsu bersama sang istri melakukan serangkaian upacara adat untuk mengangkat Betrand Peto menjadi anaknya.

"Akhirnya tanggal 5 saya memutuskan untuk datang ke NTT, Manggarai, Pinggong. Dari situ acara adat ini berlangsung sakral sekali," kata Ruben dalam acara Brownies di Gedung Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2019).

Baca juga: Jalani Prosesi Adat NTT, Betrand Peto Sah Jadi Anak Ruben Onsu dan Sarwendah

Ruben menceritakan, dia harus menyusuri jalan sepanjang 50 meter sambil menjalani ritual-ritual, hingga disambut kepala desa di sana.

"Selama arak-arakan itu semua memang ada ritual adatnya juga. Sampai di depan rumahnya dia itu enggak ada keluarga intinya," tutur Ruben Onsu.

"Jadi kami dijemput sama kepala adatnya, terus disambut dulu kayak sahut-sahutan dulu, dari situ baru masuk ke dalam rumah dan sakral," sambungnya.

Baca juga: Diajak Ruben Onsu Liburan ke Korea, Betrand Peto Terharu Punya Paspor hingga Bawa Baju Musim Dingin

Saat di dalam rumah, Betrand Peto dipisahkan dengan Ruben Onsu dan Sarwendah.

Dia berada di suatu ruangan untuk diberi nasihat dan petuah oleh kedua orangtuanya.

"Di ruangan itu Betrand diberikan sebuah bacaan khusus di mana bagaimana pun rohnya Betrand tidak boleh keluar, tetap ada di sana hanya dipercayakan untuk bisa dibesarkan oleh saya dan Wendah. Betrand dikasih petuah-petuah oleh orangtuanya," ujar Ruben.

Baca juga: Ruben Onsu: Betrand Peto Terharu Saat Punya Paspor

Setelah itu, Betrand baru dipertemukan oleh Ruben Onsu dan Sarwendah.

Mereka sempat diolesi darah ayam sebagai salah satu ritual.

"Yang merah-merah itu adalah darah ayam di mana leluhur itu tidak akan pergi dan selalu melindungi Betrand. Jadi ditaruh di dadanya, di telapak tangan, telapak kaki, jadi mengirim setiap langkahnya dia semuanya, saya, dan Wendah juga," kata Ruben Onsu.

"Karena saya dan Sarwendah sudah dipercaya sebagai orangtua (Betrand Peto), saya sudah dianggap menjadi keluarga di Pinggong Manggarai," ujar Ruben Onsu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X