Perjuangan Sulli Lawan Depresi di Tengah Derasnya Hujatan Sadis Netizen

Kompas.com - 15/10/2019, 07:30 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar meninggalnya penyanyi Korea Choi Jinri atau lebih sering disapa Sulli pada Senin (14/10/2019) sangat mengejutkan publik.

Eks member girlband f(x) ini ditemukan meninggal karena gantung diri di rumahnya di Seongnam, wilayah di sebelah selatan Seoul.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi menduga Sulli mengalami depresi parah.

Meski demikian, belum ditemukan bukti konkret terkait ini.

Baca juga: Sulli f(x) Bunuh Diri, Begini agar Orang Terdekat Tak Lakukan Hal Sama

Mengaku depresi

Beberapa waktu lalu Sulli pernah menyampaikan pernyataan kontroversial saat menjadi bintang tamu di sebuah talkshow bertajuk "Night of Hate Comments" yang ditayangkan di JTBC pada 16 Agustus 2019.

Saat itu, Sulli dipuji oleh penyanyi John Park sebagai seorang yang luar biasa dan mampu bekerja tanpa memperhatikan pendapat-pendapat orang terhadapnya, terutama pendapat jahat.

Bukannya senang menerima pujian itu, Sulli justru mengaku membenci dirinya sendiri dan terobsesi pada pemikiran orang sejak ia masih kecil.

Baca juga: Berduka Sulli Meninggal, Super Junior, SuperM, hingga Kang Daniel Batalkan Acara

Kabar mengenai Sulli mengalami penyakit mental juga sudah menyebar luas.

Sulli bahkan pernah mengungkapkan kepada publik bahwa ia memiliki fobia sosial dan gangguan panik.

Penyanyi dan aktris Korea Selatan SulliSoompi Penyanyi dan aktris Korea Selatan Sulli

Tertekan saat di trainee

Fobia sosial yang dialami Sulli semakin parah ketika ia bergabung menjadi trainee di SM Entertainment.

Saat itu ia mengaku mendapat banyak tekanan dari berbagai pihak.

Tak kuat dengan kondisi tersebut, pada 2017 Sulli memutuskan vakum untuk mengistirahatkan fisik dan mental.

Saat pertama kali vakum Sulli tak menjelaskan secara detail mengenai hal-hal yang membuatnya begitu tertekan dan memutuskan keluar.

Baca juga: Sulli Eks f(x) Bunuh Diri, Ini 6 Nyinyiran Netizen yang Bikin Depresi

Barulah pada Januari lalu dalam sebuah wawancara, Sulli menangis mengingat banyaknya masyarakat yang memandangnya negatif.

Padahal, menurutnya, ia tidak memiliki intensi kejahatan apa pun.

Hujatan bertubi-tubi

Kalimat-kalimat kasar yang dilontarkan fans berat terhadap Sulli ternyata memperburuk keadaan mentalnya.

Kebencian para fansnya bermula saat hubungan Sulli dengan Choiza mulai terbongkar.

Pasangan Sulli dan Choiza ini menjadi pasangan selebritis paling tak diduga di industri hiburan Korea waktu itu.

Baca juga: Sulli: Saya Benci dengan Diri Saya yang Terobsesi dengan Pikiran Orang

Meski kemudian berpisah 2017, Sulli diketahui mendapat banyak kecaman dari hubungannya itu.

Kecaman itu bukan tanpa alasan, Choiza dianggap para penggemar berat Sulli telah merebut Sulli dari hati mereka.

Tak berhenti di situ, netizen atau warganet juga menyoroti hal-hal kecil yang dilakukan Sulli.

Seperti ketika Sulli mengunggah video saat menghabiskan waktu dengan kucing Sphynx yang tak punya bulu.

Netizen menghujatnya karena dalam video itu ia seperti menggigit Sphynx, padahal ia hanya bercanda, tak berniat menyakiti kucingnya.

Hujatan juga muncul saat Sulli melakukan pesta piyama, saat berciuman dengan Go Ha Ra, menandai akun G-Dragon dalam unggahan Instagram, hingga saat mengenakan baju tanpa memakai bra.

Baca juga: Sebelum Meninggal, Sulli Berjuang Atasi Gangguan Panik

Perjuangan Sulli lawan depresi

Pada 2014 Sulli sempat vakum dari dunia hiburan untuk menjalani perawatan mentalnya.

Saat itu Sulli juga meminta kepada semua orang untuk berhenti "menamparnya" dan berharap agar mereka menunjukkan rasa cinta serta bisa memahami siapa dirinya.

Meski demikian, ia tetap saja mendapat kecaman dari warganet.

Mereka menganggap bahwa Sulli yang gila karena meminta publik untuk memahami cara dan gaya hidupnya yang dianggap tidak patut.

Saat berjuang dengan masalah mentalnya, orang-orang terdekat Sulli justru meninggalkannya.

Sulli menyebut hal itu yang membuatnya semakin terluka dan hancur.

Hal inilah yang diduga membuat Sulli putus asa hingga akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.