Jelang Pelantikan Presiden, Edo Kondologit Minta Masyarakat Tinggalkan Perbedaan

Kompas.com - 16/10/2019, 15:39 WIB
Penyanyi Edo Kondologit saat ditemui di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAPenyanyi Edo Kondologit saat ditemui di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Edo Kondologit meminta seluruh masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Menurut Edo Kondologit, perbedaan politik yang terbentuk selama proses pemilu jangan sampai membuat masyarakat terbelah.

"Kita tinggalkan perbedaan kemarin, istilah anak sekarang ya move on lah, masa yang satu jadi kodok sawah yang satu jadi kadal gurun, enggak begitulah," ucap Edo Kondologit kepada Kompas.com dalam pameran ASOI: Asal Usul Orang Indonesia di Museum Nasional, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Baca juga: Edo Kondologit Terkejut Ada Profesor Sebut Dirinya Punya DNA Taiwan

"Padahal juga dalam tes DNA, kadal gurun dan kodok sebenarnya bersaudara ini. Jangan cuma karena pilihan politik jadi kita sikat-sikatan," tambahnya.

Untuk saat ini, Edo merasa mengeratkan kembali persaudaraan antar sesama adalah yang utama. Dengan begitu maka segala permasalahan bangsa yang ada bisa diselesaikan dengan lebih mudah.

"Sekarang yang ada merekatkan persaudaraan, tugas kita sama-sama membangun bangsa ini," ujarnya.

Apalagi, Edo melihat saat ini persaingan antar negara soal teknologi makin ketat. Bukan tak mungkin Indonesia akan tertinggal kalau masih sibuk dengan perselisihan.

Baca juga: Tercerahkan karena Hasil Tes DNA, Edo Kondologit: Jadi Istilah Pribumi Itu Enggak Ada

"Karena sekarang kita lihat bangsa-bangsa lain sedang mengejar inovasi, mengejar teknologi, bagaimana tinggal di Planet Mars," ucapnya.

Menurut Edo, bangsa kita akan ketinggalan dari bangsa lain jika sibuk bertengkar.

"Sedangkan kita masih berantem aja, merasa diri paling benar, sudahlah, kita akan ketinggalan kalau sibuk berantem. Kita semua sama, enggak ada Arab, enggak ada China, enggak ada Papua, itu poinnya," sambungnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X