Helmy Yahya Jelaskan Proses Penentuan Pemenang Panasonic Gobel Awards

Kompas.com - 17/10/2019, 17:01 WIB
Helmy Yahya di Gedung TVRI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2018). KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanHelmy Yahya di Gedung TVRI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penghargaan untuk insan kreatif Indonesia Panasonic Gobel Awards kembali digelar. Penyelenggaraan kali ini, memasuki pergelaran ke-22.

Sebanyak 24 sub-kategori telah diumumkan. Secara keseluruhan penghargaan terdiri dari dua kategori, yakni Kategori Program & Individu dengan 20 sub-kategori. Lalu, ada Kategori Kreator Konten Digital dengan empat sub-kategori.

Demi menjaga independensi dan kepercayaan para peserta, pihak penyelenggara menggelar proses penilaian kepada seluruh program yang berhasil masuk nominasi secara terbuka.

Ada pun sistem seleksi nominasi Panasonic Gobel Awards berdasarkan suara terbanyak hasil dari jajak pendapat pemirsa televisi melalui survei yang dikelola oleh Roy Morgan Research.

Proses survei sendiri melibatkan 1.700 orang di 23 kota besar, 21 kota kecil di 17 provinsi Indonesia.

Menurut Helmy Yahya selaku panitia penyelenggara, pihaknya tak merasa kesulitan dengan proses penilaian tersebut.

"Kami enggak ada kesulitan dalam melakukan penilaian, beberapa penilaian juga kami Serahkan ke survei dan riset, kami hanya memverifikasi," ucap Helmy dalam jumpa pers di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).

Helmy Yahya pun membantah bila proses penilaian tersebut mengganggu netralitas dalam menentukan pemenang tiap kategori yang ada.

Baca juga: 4 Program Kompas TV Masuk Nominasi Panasonic Gobel Awards 2019

Berkait para pemenang yang acapkali membuat sebagian pihak kecewa, Helmy tak bisa menyalahkan hal tersebut.

Ia juga tak bisa melarang tiap program atau acara untuk menggerakkan orang-orang agar bisa mendapatkan banyak voting.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X