Film Hanya Manusia, Prisia Nasution Jadi Polwan Atasi Perdagangan Manusia

Kompas.com - 29/10/2019, 20:52 WIB
Prisia Nasution usai screening film Hanya Manusia di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (29/10/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAPrisia Nasution usai screening film Hanya Manusia di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (29/10/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah menggarap film Pohon Terkenal, Divisi Humas Polri kembali menelurkan sebuah film bergenre drama action berjudul "Hanya Manusia".

Film ini punya tema berbeda dari sebelumnya, yakni mengangkat cerita human trafficking atau perdagangan manusia yang kerap terjadi di Indonesia.

Sutradara Tepan Kobain dan Monty Tiwa selaku penulis skenario berkolaborasi untuk menggarap film ini.

Baca juga: Ruben Onsu Siapkan Film Anak untuk Betrand Peto

Prisia Nasution salah satu pemeran utama dalam film ini menyiapkan dirinya agar lebih lihai lagi berakting bela diri dan menggunakan senjata.

Hal itu Prisia lakukan agar maksimal dalam melakoni karakter Annisa seorang Polwan.

"Jadi sebelumnya aku sudah latihan-latihan sendiri dan suka menembak juga, jadi sama senjata sudah enggak terlalu asing juga," ucap Prisia Nasution dalam jumpa pers di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (29/10/2019).

"Jadi kalau dari kepolisian kemarin kan kita itu persiapannya sangat cepat banget, enggak ada pelatihan khusus untuk menggunakan senjata," tambahnya.

Sementara, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, dipilihnya tema perdagangan manusia karena sudah menjadi hal yang harus disoroti bersama.

"Isu ini sudah jadi isu internasional bukan lagi nasional. Dan jarang sekali film Indonesia mengangkat isu ini," ucap Iqbal.

Film ini berkisah tentang Annisa (Prisia Nasution) perwira muda yang harus berbagi waktu antara keluarga dan tugasnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X