Profil Rama Aiphama, Penyanyi Tahun 90-an yang Bergaya Nyentrik

Kompas.com - 11/03/2020, 19:22 WIB
Rama Aiphama, kelahiran Gorontalo, penyanyi Indonesia beraliran Melayu, dangdut, dan keroncong. KOMPAS/ALIF ICHWANRama Aiphama, kelahiran Gorontalo, penyanyi Indonesia beraliran Melayu, dangdut, dan keroncong.

JAKARTA, KOMPAS.com – Sayyid Mohammad bin Syagab Al-‘Idrus yang kerap disapa dengan panggilan Rama Aiphama adalah seorang penyanyi dan penulis lagu asal Indonesia.

Pria berdarah Arab dan Gorontalo ini telah memulai kariernya sejak tahun 1980-an.

Ia pun dikenal sebagai penyanyi yang dengan aliran musik melayu, dangdut dan keroncong.

Baca juga: Sebelum Meninggal, Rama Aiphama Berniat Bikin Album Baru

Debutnya di dunia hiburan dengan merilis sebuah album yang bertajuk “Aku yang Merindukanmu” (1981).

Puncak karier Rama Aiphama ketika ia merilis lagu di era 90-an yang berjudul “Dinda Bestari” lagu ini berhasil menjadi lagu yang populer kala itu.

Hinga saat ini tercatat pria kelahiran 17 September 1959 ini telah melahirkan sembilan album.

Baca juga: Kronologi Meninggalnya Rama Aiphama, Lambung Sakit hingga Terjatuh

Di tahun 2014 berkat lagu “Kyai Deng Pendeta Baku Sayang” Rama berhasil masuk nominasi di ajang Anugerah Musik Indonesia untuk kategori Lagu Berbahasa Daerah Terbaik.

Rama Aiphama di kenal sebagai penyanyi dengan pakaiannya yang unik dan nyentrik.

Ia kerap mengenakan baju yang berwarna-warni mencolok, topi khas di kepala serta kacamata hitam.

Untuk kehidupan pribadinya, ia telah menikah dengan perempuan bernama Euis Kartika Sari dan telah dikaruniai tiga orang anak.

Namun pernikahan Rama dan Euis berujung perceraian di tahun 2009.

Kabar duka datang dari sang artis, Rama Aiphama menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (11/3/2020) dalam usia 61 tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X