BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Mola

Seru dan Inspiratif, Susan Sarandon Bagikan Kisah Hidupnya di Mola Living Live

Kompas.com - 05/06/2021, 12:45 WIB
Selama berkarier di dunia perfilman, Susan Sarandon telah menyabet beberapa penghargaan bergengsi. Sebut saja Academy Award (1980), British Academy Film Award (1994), dan Screen Actors Guild Award (1995). DOK. MOLASelama berkarier di dunia perfilman, Susan Sarandon telah menyabet beberapa penghargaan bergengsi. Sebut saja Academy Award (1980), British Academy Film Award (1994), dan Screen Actors Guild Award (1995).
|

KOMPAS.com – Bagi penggemar film era 1980-an dan 1990-an, nama Susan Sarandon mungkin tak asing di telinga. Pasalnya, perempuan asal Amerika Serikat (AS) itu kerap membintangi berbagai film ternama Hollywood.

Bahkan, di usianya yang kini menginjak 74 tahun, ia masih aktif berperan sebagai aktris sekaligus produser dan aktivis.

Adapun beberapa film yang sukses ia bintangi di antaranya adalah The Rocky Horror Picture Show (1975), Atlantic City (1980), Thelma and Louise (1991),The Client (1994), Dead Man Walking (1995), Stepmom (1998), Enchanted (2007), The Lovely Bones (2009), dan A Bad Moms Christmas (2017).

Selama berkarier di dunia perfilman, ia telah menyabet beberapa penghargaan bergengsi. Sebut saja Academy Award (1980), British Academy Film Award (1994), dan Screen Actors Guild Award (1995).

Baca juga: Kerap Tampil Apik di Berbagai Film, Kurt Russell Ungkap Rahasianya di Mola Living Live

Susan juga pernah menjadi nominasi di beberapa kategori pada ajang Daytime Emmy Award, Primetime Emmy Awards sebanyak enam kali, dan sembilan kali Golden Globe Awards. Bahkan, ia dianugerahi sebuah bintang di Hollywood Walk of Fame pada 2002 atas kontribusinya di dunia seni peran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kesuksesan Susan di industri perfilman tidak datang begitu saja. Ia berkisah bahwa dirinya berusaha keras mulai dari awal untuk bisa meraih puncak tangga karier.

“Saya belajar drama di perguruan tinggi. Setelah lulus, saya memutuskan pergi ke New York. Lalu, beberapa kali saya datang ke berbagai audisi dan mendapatkan peran pertama kali pada film Joe (1970),” kisah Susan saat menjadi bintang tamu Mola Living Live, Jumat (4/6/2021).

Berbagai aral melintang pun pernah ia alami, salah satunya saat bermain peran pada sebuah film horor komedi musikal The Rocky Horror Picture Show.

Baca juga: Hadir di Mola Living Live, Michael Douglas Akui Alami Demam Panggung Akut pada Awal Karier

“Pada saat syuting, saya menderita pneumonia. Ya, kala itu Januari dan udara sangat dingin di Inggris. Namun, saya bisa melewatinya setelah mendapatkan energi di dalam diri untuk menjadi lebih kuat,” ujar Susan.

Susan mengaku senang menjadi aktris karena ia bisa menyampaikan pesan melalui tokoh yang ia perankan. Menjadi seorang aktris, kata Susan, mengajarkan dirinya untuk melakukan sesuatu yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

“Peran yang saya jalankan di dunia film memberikan pelajaran dan pengalaman kehidupan di dunia nyata,” ujar Susan.

Aktivis sosial

Kepada Dino Patti Djalal dan Andini Effendi yang menjadi pembawa acara Mola Living Live, Susan juga bercerita tentang dirinya yang begitu vokal menyuarakan pendapatnya terhadap isu-isu sosial, baik isu yang ada di AS maupun di dunia.

“Di AS, saya berpendapat bahwa seseorang harus menerima upah minimum (per jam) sebesar 15 dollar AS agar mereka dapat merasakan kehidupan yang bahagia,” jelasnya.

Mereka, lanjut Susan, juga berhak mendapatkan layanan kesehatan dan pendidikan yang layak.

“Kedua layanan tersebut tidak bisa diprivatisasi. Itu merupakan hak asasi manusia paling dasar,” kata Susan menyuarakan pendapatnya.

Baca juga: Tampil di Mola Living Live, Francis Coppola Buka-bukaan Soal Film Erotis Garapannya dan Cekcok di The Godfather

Selain itu, Susan juga menyoroti isu anti-Asian hate dan black lives matter. Menurutnya, isu-isu tersebut tak hanya terjadi akhir-akhir ini saja, tetapi sudah cukup lama meresahkan warga AS.

“Beberapa orang di AS bahkan berpendapat bahwa saat ini ada jarak yang memisahkan masyarakat kelas atas dan kelas bawah. Ketika jarak itu melebar semakin luas, isu-isu tersebut lah yang muncul ke permukaan. Sebab, kesenjangan bisa menimbulkan kebencian dan keputusasaan,” ujar Susan.

Di lain sisi, Susan menaruh kepercayaan kepada generasi muda yang lebih peduli dan bersuara terhadap isu-isu tersebut.

Di usianya yang kini menginjak 74 tahun, Susan Sarandon masih aktif berperan sebagai aktris sekaligus produser dan aktivis.DOK. MOLA Di usianya yang kini menginjak 74 tahun, Susan Sarandon masih aktif berperan sebagai aktris sekaligus produser dan aktivis.

“Mereka tak peduli nama mereka dikenal dan tak peduli pendukung Partai Demokrat atau Republik. Mereka hanya ingin perubahan,” jelasnya.

Selain menyoroti berbagai isu sosial di AS, Susan juga kerap berpendapat secara lantang terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di dunia. Salah satunya, mengenai konflik Palestina dan Israel.

Di beberapa kesempatan, Susan bahkan secara vokal mendukung Palestina untuk mendapatkan kemerdekaannya dan meraih kebebasan.

“Saya tidak mendukung negara apartheid yang memisahkan ras manusia, seperti Israel. Saat ini, bangsa Palestina bagaikan berada di dalam penjara. Mereka punya hak untuk memerdekakan negaranya. Ini bukan situasi yang seimbang antara dua negara,” ujar Susan pada acara talk show yang tayang eksklusif di Mola.

Tenang menghadapi haters

Di akhir acara, Susan membagikan kiat menghadapi haters dari pengalamannya sendiri. Memang, secara umum, ia tidak menanggapi berbagai ujaran kebencian yang mengarah kepadanya.

Namun, ketika ada seseorang yang menyerang dirinya di sebuah platform media besar dengan informasi yang keliru, Susan langsung menanggapinya secara pribadi.

“Saya akan menjawab pernyataan itu dengan tujuan hanya untuk mengoreksi informasi yang salah. Saya pikir ada beberapa orang yang suka membenci satu sama lain dengan beragam tujuan. Misalnya, menyerang seseorang hanya untuk menambah followers. Kadang, masalahnya juga ada pada berita yang menggunakan judul clickbait,” ujarnya.

Baca juga: Mola Living Live, Ajang Sederet Tokoh Dunia Berkisah dan Berikan Inspirasi

Atas dasar itu, ia pun menyarankan kepada audiens untuk tidak hanya membaca berita dari media mainstream. Sebab, menurut Susan, beberapa media mainstream tidak menceritakan kisah sebenarnya tentang suatu kejadian.

“Mungkin, media independen bisa dijadikan rujukan saat ini karena mereka lebih berdaulat dalam menyampaikan suatu berita,” kata Susan.

Secara keseluruhan, banyak pelajaran hidup yang bisa diambil dari kisah Susan. Untuk menonton acara Mola Living Live secara penuh, Anda bisa menyaksikannya secara eksklusif di Mola.

Anda bisa mengunduh aplikasinya di App Store dan Play Store atau bisa pula menontonnya melalui situs resmi Mola di tautan ini.

Baca juga: Suntikkan Motivasi dan Inspirasi, Mola Living Live Hadirkan Susi Pudjiastuti dan Mike Tyson

Sebagai informasi, program tersebut juga telah menghadirkan banyak tokoh ternama dunia untuk berbagi pengalaman hidup, di antaranya Mike Tyson, Luc Besson, John Travolta, Gary Vaynerchuk, Spike Lee, dan Robert De Niro.

Selain itu, Mola Living Live tak hanya berisi bincang-bincang saja, penonton juga dapat berinteraksi secara langsung dengan bintang tamu melalui fitur tanya jawab yang disediakan.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.