Kompas.com - 18/08/2021, 10:49 WIB
Grup band Voice of Baceprot  Firdda Marsya Kurnia (vokal dan gitar) , Euis Siti Aisyah (drum), Widi Rahmawati (bass) (kiri ke kanan) di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (22/4/2021). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOGrup band Voice of Baceprot Firdda Marsya Kurnia (vokal dan gitar) , Euis Siti Aisyah (drum), Widi Rahmawati (bass) (kiri ke kanan) di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (22/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Voice of Baceprot (VoB) merupakan grup band rock Indonesia yang dibentuk di Garut, Jawa Barat, pada 2014.

Formasi grup band tersebut diisi oleh tiga perempuan berjilbab, yakni Firdda Marsya Kurnia (vokal dan gitar), Widi Rahmawati (bass), dan Euis Siti Aisyah (drum).

Kata Baceprot berasal dari bahasa Sunda yang mengerti berisik. Hal tersebut dipilih untuk mewakili jenis musik yang diusung VoB.

VoB mulai mencuri perhatian setelah meng-cover lagu milik Rage Against The Machine pada 2015, yang menjadi populer di YouTube.

Oleh karena itu, ketiganya terus meng-cover lagu idola mereka, termasuk Red Hot Chili Pappers, Metallica, dan Slipknot, yang mendapat perhatian dari media lokal serta internasional.

Baca juga: Pilih Aliran Musik Metal, VoB: Itu soal Selera dan Kami Memang Cocok

Selain bakat musik yang mereka miliki, VoB dikenal karena kombinasi unik serta kontradiktif antara musik heavy rock/metal dengan penampilan mereka yang berhijab.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mengenakan jilbab bukanlah halangan bagi kami untuk mengejar cita-cita sebagai musisi," kata Marsya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (18/8/2021).

"Kami bebas berekspresi lewat musik rock, sekaligus memenuhi tanggung jawab kami sebagai muslim," ujar Marsya lagi.

Oleh karena keunikan mereka, VoB dengan cepat menjadi viral di media sosial.

Hingga saat Guns N' Roses menggelar konser di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada 2018, ketiganya secara pribadi diundang oleh gitaris Slash untuk bertemu di belakang panggung.

Baca juga: VoB Cerita Alasan Pilih Musik Metal dan Mengaku Kenyang akan Komentar Miring

Pertemuan pertama hingga single perdana

Para personel VOB pertama kali bertemu melalui teater saat ketiganya masih mengemban pendidikan di Madrasah Tsanawiyah di Singajaya, sebuah desa kecil dua jam perjalanan dari kota Garut, Jawa Barat.

"Selama sekolah, kami dianggap sebagai siswa yang agak pemberontak. Kami dipanggil ke kantor, dimarahi, bahkan dihukum oleh guru kami," kenang Siti yang telah menjadi teman dekat Marsya sejak Sekolah Dasar (SD).

"Makanya kami dikirim ke klub teater sekolah untuk menyalurkan energi kami," ucap Siti melanjutkan.

Guru Bimbingan Konseling (BP) sekaligus pelatih teater VOB, Erza Satia alias Abah, memberikan referensi musik dari lagu-lagu yang ia miliki di laptopnya.

Tak hanya itu, Abah juga mengajari dasar-dasar memainkan alat musik dengan peralatan yang tersedia.

Baca juga: Beri Pesan untuk Perempuan Masa Kini, VoB: Jangan Takut Berbeda

Grup band Voice of Baceprot  Widi Rahmawati (bass), Euis Siti Aisyah (drum) dan Firdda Marsya Kurnia (vokal dan gitar) (kiri ke kanan) di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (22/4/2021).KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Grup band Voice of Baceprot Widi Rahmawati (bass), Euis Siti Aisyah (drum) dan Firdda Marsya Kurnia (vokal dan gitar) (kiri ke kanan) di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (22/4/2021).

Kemudian, Abah mendaftarkan mereka untuk tampil di salah satu kompetisi band Garut dan tempat-tempat lainnya.

Kini, ia menjadi manajer sekaligus merangkap sebagai penulis lirik band untuk lagu-lagu VoB.

Pada 2018, VOB mendatangi kesepakatan dengan agensi Amity Asia yang berbasis di Jakarta.

Tidak lama kemudian, mereka merilis single debut yang berjudul "School Revolution". Diproduseri Stephan Santoso, single ini membawa VoB lebih dikenal luas.

Kemudian, VoB menjadi titik diskusi untuk media global seperti The New York Times, NPR, BBC, DW, dan The Guardian, yang menampilkan mereka.

Alhasil, VOB mendapat tawaran tampil di festival ternama dari penjuru dunia.

Baca juga: Siapa Sosok di Balik Kesuksesan Grup Band Metal Berhijab, VoB?

Go International

Tak lama setelah lulus SMA pada 2020, ketiganya pindah ke Jakarta.

Terlepas dari mengembangkan pengetahuan musik di bawah asuhan Andyan Gorust, Alan Musyfia, Andra & The Backbone dan Stevi Item, VoB juga membangun karier di industri musik.

Pada 2021, VoB kembali ke studio untuk mengerjakan "God, Allow Me (Please) To Play Music", single orisinil pertama mereka. Diproduseri juga oleh Stephan Santoso, single tersebut rilis pada 17 Agustus 2021.

Sebelum single tersebut, VoB merilis EP bertajuk The Other Side Of Metalism sebagai penutup masa remaja.

EP diisi dengan live cover lagu-lagu yang telah membentuk mereka sebagai grup band, bersama dengan versi live dari single "School Revolution".

Di sela-sela rekaman studio, VoB diundang untuk tampil di beberapa festival musik virtual lokal dan internasional.

Baca juga: Marsya VoB: Mimpi Besar Kami Ingin Tampil di Luar Negeri

Salah satunya adalah Women of the World (WOW) Festival UK 2021. Mereka diperkenalkan dengan Duchess of Cornwall HRH Camila Parker-Bowles selama perayaan Hari Perempuan Internasional.

Festival tersebut membawa VoB dikenal lebih luas dan mendapat sorotan dari majalah heavy metal dan rock Inggris, Metal Hammer, dan menjuluki mereka dengan "The Metal Band The World Needs Right Now".

Marsya dkk juga tampil di Global Just Recovery Gathering 2021.

Kemudian, pada Agustus 2022, VoB bakal unjuk gigi di festival heavy metal Wacken Open di Jerman.

Di sana, VoB bakal berbagi panggung dengan Slipknot, Limp Bizkit, Judas Priest, dan As I Lay Dying.

Baca juga: VoB Ungkap Keinginan Kolaborasi dengan Navicula hingga System Of A Down

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.