JAKARTA, KOMPAS.com - Lagu "Anging Mamiri" adalah lagu daerah yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan.
Lagu "Anging Mamiri" diciptakan oleh Borra Daeng Ngirate sekitar tahun 1940an yang bersumber dari Lontara Kelong atau teks karya sastra yang dilagukan.
Lagu ini bercerita tentang kerinduan seseorang terhadap kekasihnya yang berada di tempat jauh.
Rasa rindu yang tak terbendung itu membuat dirinya tak tenang.
Baca juga: Lirik dan Chord Lagu Daerah Angin Mamiri
Angin menjadi jembatan baginya menyampaikan salam rindu kepada sang kekasih.
Lagu "Anging Mamiri" memiliki makna sebagai angin yang bertiup membawa kesejukan dan pesan rindu seseorang.
Lagu ini dipopulerkan oleh penyanyi lokal dari Makassar seperti Iwan Tompo, Arshinta P. Aziz, dan Nurdin Taqwa.
Lirik Lagu dan terjemahannya
Anging Mamiri ku pasang
(Wahai angin yang bertiup semilir, aku menitip pesan)
Pitujui tongtonganna
(Sampaikanlah hingga ke jendela rumahnya)
Tusaroa takkan lupa
(Pada dia yang sering melupakan)
E aule...Na mangu rangi
(E aule...hingga dia dapat teringat)
Tutenaya tutenaya parisina
(Si dia yang tak pernah susah)
Battumi Anging Mamiri
(Datanglah wahai angin yang bertiup semilir)
Anging ngerang dinging-dinging
(Angin yang membawa rasa dingin)
Namalontang saribuku
(Yang menusuk hingga ke sumsum tulang)
E aule...na mangu rangi
(E aule...hingga dia dapat teringat)
Mato'lorang mato'lorang je'ne mato
(Yang menghanyutkan, yang menghanyutkan air mata)