Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/04/2025, 23:47 WIB
Revi C. Rantung,
Ira Gita Natalia Sembiring

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com- Kabar duka datang dari aktor gaek Ray Sahetapy yang dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (1/4/2025).

Adapun melalui Instagram Merdianti, aktor Ray Sahetapy mengembuskan napas terakhir pada pukul 21.04 WIB.

"Innailahi wa innailaihi rojiun, Telah berpulang Ayah, Kakek kami Farence Raymond Sahetapy (Ray Sahetapy) bin Pieter Sahatapy pada pukul 21.04 kami mohon doanya, mohon dimaafkan segala kesalahan," tulis Merdi dikutip Kompas.com, Selasa.

Baca juga: Riwayat Penyakit Ray Sahetapy Sebelum Meninggal Dunia

Berikut mengenai profil Ray Sahetapy.

Biodata

Nama panjang: Farence Raymond Sahetapy

Nama: Ray Sahetapy

Tanggal lahir: 1 Januari 1957

Tempat lahir: Donggala Sulawesi Tengah

Almamater : Institut Kesenian Jakarta (IKJ)

Baca juga: Dewi Yull: Telah Berpulang Ray Sahetapy, Ayah dari Anak-anakku

Kehidupan pribadi

Ray Sahetapy sempat menikah dengan Dewi Yull pada 16 Juni 1981 dan dikaruniai empat anak yakni Gizca Putri Sahetapy, Rama Putra Sahetapy, Panji Surya Sahetapy dan Mohammad Raya Sahetapy.

Ray dan Dewi Yull bercerai pada 24 Agustus 2004.

Dia kembali menikah siri dengan Sri Respatini Kusumastuti pada Oktober 2004.

Baca juga: Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Sang Anak: Titip Salam Kangen ke Ka Gisca

Karier

Ray Sahetapy memulai kariernya pada 1980 dengan film perdananya berjudul Gadis. Dalam film itu, Ray pertama kali bertemu dengan Dewi Yull.

Ray kemudian bermain dalam film Noesa Penida pada 1988 dan membawanya dinominasikan sebagai aktor terbaik pada Festival Film Indonesia 1989.

Ray juga sempat membangun sebuah sanggar teater saat dunai film mati suri.

Filmografi

Film

• Gadis (1980)

• Sejuta Serat Sutera (1981)

• Dukun Ilmu Hitam (1981)

• Kabut Ungu di Bibir Pantai (1981)

•Tapak Tapak Kaki Woltwe Monginsidi (1982)

• Ponirah Terpidana (1983)

• Cinta Semalam (1983)

• Darah dan Mahkota Ronggeng (1983)

• Hati Seorang Wanita (1984)

• Pelangi di Balik Awan (1984)

• Kabut Perkawinan (1984)

• Kerikil-kerikil Tajam (1984)

• Tirai Kasih (1984)

• Secangkir Kopi Pahit (1984)

• Sebening Kaca (1985)

• Opera Jakarta (1985)

• Melintas Badai (1985)

• Cinta yang Terjual (1986)

• Secawan Anggur Kebimbangan (1986)

• Di Balik Dinding Kelabu (1986)

• Pesona Natalia (1986)

• 7 Manusia Harimau (1986)

• Tahu Sama Tahu (1986)

• Tatkala Mimpi (1987)

• Harga Diri (1987)

• Mekar Diguncang Prahara (1987)

• Luka di Atas Luka (1987)

• Noesa Penida (1988)

• Kanan Kiri Ok (1989)

• Giliran Saya Mana (1989)

• Api Cemburu (1989)

Halaman Berikutnya
Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau