Kembali ke FFI, Riri Riza Jadi Sangat Bahagia - Kompas.com

Kembali ke FFI, Riri Riza Jadi Sangat Bahagia

Dian Reinis Kumampung
Kompas.com - 07/11/2016, 15:24 WIB
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Riri Riza menerima piala Citra sebagai Sutradara Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2016 di Teater Besar Taman Isamil Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu (6/11/2016). Ia meraih penghargaan itu melalui film Athirah.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Riri Riza (46) mengaku sangat bahagia setelah kerjanya untuk film Athirah berbuah penghargaan Sutradara Terbaik dalam Festival Film Indonesia ( FFI) 2016.

"Ini pertama kali saya dapat. Tapi, sebenarnya gini, beberapa karya kami yang terbaik, seperti Laskar Pelangi (2008), 3 Hari untuk Selamanya (2007), Sang Pemimpi (2009), itu berada di era yang kami memilih tidak ikut FFI," kata Riri ketika ditemui sesudah ia menerima Piala Citra dalam FFI 2016 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu (6/11/2016).

"Jadi memang saya tidak punya banyak kesempatan. Saya punya kesempatan di film Eliana-Eliana (2002) dan Gie (2005), tapi saya tidak dapat, karena ada yang lebih baik dari saya. Jadi, ini saya sangat bahagia," lanjut Riri.

Selain itu, film yang berlatar kehidupan di Makassar dan sekitarnya di Sulawesi Selatan ini terasa begitu dekat bagi Riri, yang lahir dan pernah bergiat lima tahun bersama komunitas perfilman di Makassar.

"Ini film yang sangat dekat. Saya bekerja di Makassar lima tahun lebih dengan komunitas seni dan film di sana, mencoba menemukan lagi saya ini siapa," ucapnya.

Riri bahkan menyebut bahwa film itu bagai puncak karier pertamanya.

"Film ini hampir seperti puncak pertama, saya dapat kesempatan, akhirnya membuat film yang ceritanya datang dari Sulawesi Selatan. Jadi, ini sangat personal," ucapnya lagi.

Riri mengaku ini semakin tidak menyangka meraih penghargaan tersebut karena tahun ini dirinya bersama Miles Films, yang dipimpin oleh produser film Mira Lesmana, mengeluarkan dua film, Ada Apa dengan Cinta? 2 dan Athirah.

"Tahun ini kami ada dua film. Itu bukan sesuatu yang mudah. Saya sebenarnya agak khawatir publik merasa karya kami menurun, karena kami mengerjakan dua film. Tapi, alhamdulillah, bisa terbukti malam ini bahwa karya kami bisa bertahan dengan baik," ujarnya.

PenulisDian Reinis Kumampung
EditorAti Kamil
Komentar

Close Ads X