Malam Indonesia di AFCC Meriah - Kompas.com

Malam Indonesia di AFCC Meriah

Jodhi Yudono
Kompas.com - 20/05/2017, 07:53 WIB
KOMPAS.COM/JODHI YUDONO Penutupan Malam Indonesia di acara Asian Festival Childrens of Content 2017 yang berlangsung Jumat malam, 19 Mei 2017 di Perpustakaan Nasional Singapura.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Waktu masih menunjuk pukul 18.50 waktu Singapura pada Jumat (19/5/2017) malam, tetapi kursi udangan di halaman Gedung Perpustakaan nasional Singapura sudah penuh oleh para tamu.

Di tempat tersebut memang akan berlangsung acar Indonesia Night, sebagai bagian dari status Indonesia sebagai Peserta Utama dalam Asian Festival Children's of Content yang berlangsung 17 - 21 Mei 2017.

Gitaris Jubing Kristianto yang mendampingi sang isteri, Reny Yaniar, yang juga seorang penulis cerita anak, berucap, jika antusiasme masyarakat Jakarta khususnya dan Indonesia umumnya seperti masyarakat Singapura dalam mengapresiasi kegiatan literasi, niscaya Indonesia tidak akan berada pada posisi ke 61 dari 62 negara yang minat bacanya paling buruk.

"Boleh dipastikan, jika acara serupa ini diselenggarakan di Jakarta, tempat duduk terisi separuhnya sudah bagus," ujar Jubing.

Pukul 19.10 acara dimulai.

Ms Claire Chiang selaku Chairman National Book Development Council of Singapore (Ketua Dewan Pengembangan Buku Nasional Singapura) memberikan sambutan pertama.

Dia mengucapkan terima kasih kepada para peserta, terutama Indonesia yang kali ini menjadi peserta utama dalam acara tersebut. Claire mengucapkan banyak terimakasih kepada para donatur.

Claire menjelaskan tentang yang sudah dikerjakan oleh AFCC selama ini, mulai dari penyekenggaraan tiap tahun yang berganti-ganti peserta utamanya hingga kegiatan yang merangsang dunia literasi anak-anak.

"Tahun lalu yang menjadi peserta utama Jepang, tahun ini Indonesia, dan tahun depan Singapura," ungkap Claire.

Dubes RI untuk Singapura H.E Ngurah Swajaya, mengaku gembira dengan sambutan yang hangat dari masyarakat Singapura.

Acara ini juga untuk merayakan hubungan diplomatik Singapura-Indonesia yang telah berlangsung 50 tahun.

Sementara Ketua Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, mengucapkan terima kasih karena Indonesia dipercaya sebagai focus country atau peserta utama dalam AFCC 2017.

Menurut Triawan, konten cerita menjadi hal yang penting untuk dieksplorasi, dan
Indonesia memiliki banyak bahan cerita dari Sabang sampai Merauke.

"Apa yang kita kerjakan melalui AFCC ini adalah untuk kehidupan lebih baik generasi mendatang," tutur Triawan.

Ketua juri lomba menulis buku anak, Nury Vittachi, muncul sebagai puncak acara dengan mengumumkan enam nomine buku cerita terbaik di ajang AFCC 2017. 

Pemenangnya adalah buku berjudul Tiny Feet Tiny Shoes  karya Adeline Foo (Singapura) dan Beth Parrocha (Filipina).

Acara dimeriahkan oleh tari Bali dan drama musikal berjudl Batu Badaong dari Maluku.
Acara ditutup dengan pembacaan cerita oleh Dubes RI untuk Singapura dan Menteri Luar Negeri Singapura Dr Vivian Balakrisnan.

Mereka berdua membacakan sepenggal cerita Cinde Lara karya Rilla Melati Bahri dan Sayur-sayur karya Reny Yaniar, dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

PenulisJodhi Yudono
EditorKistyarini
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM