Roy Marten: Jangan Kumpul dengan Pemakai Narkoba - Kompas.com

Roy Marten: Jangan Kumpul dengan Pemakai Narkoba

Tri Susanto Setiawan
Kompas.com - 19/07/2017, 18:57 WIB
Roy Marten diabadikan di Galeri Indonesia Kaya (GIK) Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2017). Ia menghadiri peluncuran buku berjudul New Urban Sensation! Sebuah Novel karya penulis Bre Redana.KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN Roy Marten diabadikan di Galeri Indonesia Kaya (GIK) Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2017). Ia menghadiri peluncuran buku berjudul New Urban Sensation! Sebuah Novel karya penulis Bre Redana.

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri hiburan Tanah Air belakangan ini ramai dengan pemberitaan artis yang tertangkap polisi atas kasus narkoba.

Artis senior Roy Marten, yang pernah tersangkut kasus narkoba pun mengungkapkan pandangannya atas kejadian tersebut.

Menurut Roy, lingkungan sekitar adalah penyebab para artis terjerumus terhadap obat-obatan terlarang itu.

"Lingkungan dan pertemanan. Jangan kumpul sama yang pakai narkoba. Itu aja," kata Roy kepada awak media di Galeri Indonesia Kaya (GIK) Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2017).

Roy mengatakan, bahwa narkoba tidak memandang yang tua ataupun yang muda. Tidak hanya dari kalangan artis, kata Roy, berbagai latar profesi juga rentan terhadap bahaya narkoba.

[Baca juga: Kabar soal Gading dan Gisel yang Bikin Kaget Roy Marten]

Roy pun menyesali perbuatannya kala itu. Ia mengaku bahwa tidak hanya dirinya yang hancur. Tapi juga menghacurkan lingkungan yang ada di sekitarnya, khususnya keluarga.

"Memang tidak mudah, tapi satu hal, jangan pernah memakai atau mencoba narkoba. Jangan pernah mencoba sekali pun karena sekali kita coba, kita akan sangat amat sulit lepas dari itu," kata dia.

"Terlalu besar biayanya, terlalu besar yang kita bayar, bayar itu tidak hanya uang, tapi masa depan kita, kesempatan kerja kita. Terlalu banyak hal-hal positif yang kita buang ketika memakai narkoba," pungkasnya.

[Baca juga: Roy Marten dan Kelucuan Gempita]

PenulisTri Susanto Setiawan
EditorBestari Kumala Dewi

Komentar