Petualangan Menangkap Petir, Buka Gerbang untuk Film Anak di 2018 - Kompas.com

Petualangan Menangkap Petir, Buka Gerbang untuk Film Anak di 2018

Kompas.com - 12/02/2018, 07:18 WIB
Salah satu adegan dalam film Petualangan Menangkap Petir yang dibintangi, (dari kiri) Arie Kriting, Fatih Unru, Abimana Aryasatya, Zara Leola, dan Bima Azriel.Facebook/Petualangan Menangkap Petir Salah satu adegan dalam film Petualangan Menangkap Petir yang dibintangi, (dari kiri) Arie Kriting, Fatih Unru, Abimana Aryasatya, Zara Leola, dan Bima Azriel.

JAKARTA, KOMPAS.com - Film anak-anak mulai menggema kembali di industri perfilman Tanah Air. Setelah Naura & Genk Juara, tahun ini Indonesia akan kembali kedatangan film anak.

Judulnya, Petualangan Menangkap Petir, sebuah film layar lebar produksi Fourcolours Films dan disutradarai oleh Kuntz Agus.

“Ini adalah film yang didesain untuk seluruh keluarga. Film anak penuh keseruan dan petualangan, cerita tentang persahabatan dan mengejar mimpi," kata Kuntz dalam pernyataan tertulis kepada Kompas.com, Minggu (11/2/2018).

Film Petualangan Menangkap Petir bercerita tentang anak lelaki bernama Sterling (Bima Azriel). Ia adalah content creator cilik asal Indonesia yang tinggal di Hongkong bersama orangtuanya, Beth (Putri Ayudya) dan Mahesa (Darius Sinathrya).

Suatu hari, Sterling dititipkan ke kakeknya yang tinggal Selo, Boyolali, selama liburan sekolah. Sementara itu orangtuanya mempersiapkan kepindahan mereka ke Jakarta.

Namun, Sterling yang sudah terbiasa dengan "teman-teman" dunia mayanya, merasa tak betah tinggal di pegunungan Boyolali.

Suatu hari ia bertemu Gianto (Fatih Unru), Neta (Zara Leola), Wawan (Jidate Ahmad), Kuncoro (Danang Parikesit) dan Yanto (Siswanto).

Bersama kawan-kawan barunya, Sterling menemukan petualangan baru saat mereka mencoba membuat film yang terinspirasi dari legenda Ki Ageng Selo, Sang Penangkap Petir yang bagi Sterling adalah sosok seorang superhero.

Baca juga : Darius Sinathrya Akan Garap Film Anak

Kuntz mengatakan, film ini ingin memberi hiburan sekaligus mengingatkan bahwa anak-anak itu perlu berteman, bermain bersama, bermimpi, dan berkarya. Bukannya sibuk dengan gawai atau dunia maya.

"Di sisi lain, film ini adalah mesin waktu bagi para orang tua, untuk mengunjungi masa kecilnya. Kadang kita lupa bagaimana rasanya menjadi anak-anak, kemudian tidak memberikan waktu untuk mereka bermain," ucapnya.

Baca juga : Demi Film Anak, Darius Sinathrya Terima Tawaran Abimana Aryasatya


Komentar
Close Ads X