Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banyak Sinetron Anak Sekolah Hanya Melecehkan dan Tak Mendidik

Kompas.com - 06/06/2008, 22:43 WIB

JAKARTA, JUMAT -Masyarakat diminta untuk bersikap kritis terhadap tayangan-tayangan sinetron di stasiun televisi (TV) nasional yang mengeksploitasi  dunia pendidikan walaupun sinetron-sinetron itu berlatar sekolah dan menggunakan seragam sekolah. Sementara negara dalam hal ini Depertemen Pendidikan Nasional diminta tegas terhadap sinetron yang hanya mengeksploitasi dunia pendidikan.

Pasalnya, walaupun berlatar sekolah dan menggunakan seragam sekolah, jangan dikira sinetron-sinetron yang berlatar dunia pendidikan atau sekolah memberikan nilai-nilai yang patut diteladani anak-anak dan remaja. Sebab yang terjadi justru sebaliknya, banyak sinetron yang melecehkan dunia pendidikan dan memberikan contoh yang tidak baik dan tidak mendidik.

Demikian benang merah yang terangkum dari perbincangan Kompas dengan pakar pendidikan Hasrul Piliang dari Universitas Negeri Padang, Pengamat Masalah Pendidikan Anak dan Redaktur Majalah Kritis! Media untuk Anak, Ike Utaminingtyas, dan Direktur Pendidikan Tenaga Kependidikan Pendidikan Nonformal, Ditjen PMPTK Depdiknas, Erman Syamsuddin yang dihubungi secara terpisah pada hari Kamis dan Jumat (5-6/6) di Padang dan Jakarta.

Oleh sebab itu, selain masyarakat harus bersikap kritis, negara juga harus mengambil tindakan tegas terhadap eksploitasi dunia pendidikan yang tak benar itu. Pihak Depertemen Pendidikan Nasional jangan hanya diam saja, melainkian harus segera turun tangan, memberikan masukan, atau mengeluarkan larangan untuk hal-hal tertentu kepada produser, agar pencitraan dunia pendidikan melalui tayangan sinetron dengan sasaran anak-anak dan remaja itu, tidak kebablasan.

Secara tegas mereka juga meminta pihak rumah produksi atau produser memiliki komitmen terhadap pihak sekolah. Ada hal-hal yang harus mereka pahami dan patuhi, yakni etika dan berbagai nilai yang tidak boleh dilecehkan. 

Hasrul Piliang mengatakan, negara harus mengambil tindakan tegas. Aparat negara atau pemerintah terkiat tak cukup hanya menyatakan keprihatinan atau penyesalannya. "Masyarakat kita sudah muak. Tayangan sinetron yang mengeksploitasi dunia pendidikan, tidak mendidik sama sekali," tandasnya.

Hasrul melukiskan sebuah stasiun yang menayangkan iklan sineteron remaja yang akan mulai tayang, yang di dalamnya terdapat adegan sepasang pelajar SMP yang tidur di lapangan dengan seragam sekolah. Demikian pula pelecehan seksual antarpelajar dalam sinetron seolah-olah merupakan suatu yang wajar.

Hasrul melanjutkan, kalangan produser umumnya berdalih bahwa sinetron seperti itu merupakan potret remaja dewasa ini.Padahal, tegasnyal, tidak ada kejadian atau kisah yang terjadi di dunia pendidikan sebagaimana digambarkan dalam sinetron-sinetron beratribut sekolah.

Senada dengan itu, Ike Utaminingtyas mengatakan, dalam sinetron dunia sekolah sering digambarkan sebagai ajang tempat berpacaran dan peran guru yang sering dilecehkan. Seolah-olah guru bisanya hanya mengatakan anak didiknya bodoh, tolol, dan kata-kata lain yang tak pantas diucapkan seorang pendidik.

"Sekolah adalah tempat menuntut ilmu dan guru harus menularkan nilai-nilai positif, menjadi orang yang digugu dan ditiru. Bagaimana mungkin, seorang pelajar putri berpakaian relatif ketat dan dengan rok di atas paha, serta asesoris yang mencolok, tidak pada tempatnya. Hal ini seolah-olah memberikan contoh yang tidak benar dan menciptakan sesuatu yang baru agar ditiru," papar Ike.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com