Karena perbedaan waktu enam jam antara London dan Jakarta, Dewi Yull sampai tak bisa tidur menunggui kabar Surya, Kamis (29/5/2014) lalu. Padahal paginya, ia harus terbang ke Surabaya untuk tampil di acara reuni alumnus Universitas Wijaya Kusuma.
Di London, Surya yang mewakili Indonesia bersama seorang penyandang tunanetra, Dhani, didampingi seorang penerjemah bahasa isyarat, Shanti.
"Bersyukur melihat perkembangan Surya. Saya sampai berdebar-debar, terharu...," kata Dewi, Sabtu (31/5/2014).
Untuk mewakili Indonesia, Surya harus mengikuti seleksi dari lembaga swadaya masyarakat Leonard Cheshire Disability yang diikuti tujuh negara. Selama dua tahun terakhir, Surya memang terlibat dalam kegiatan young voices yang aktif mengadvokasi perjuangan hak-hak tunarungu di Indonesia.
Dewi Yull memilih tak mendampingi Surya karena deretan kontrak manggung yang telanjur ditandatanganinya.
"Karena enggak diizinkan memotret, Surya bilang, cuma Tuhan yang tahu betapa bahagianya bisa bertemu Ratu Inggris," katanya.
Setelah dari London, Surya juga akan ikut karantina karena terpilih sebagai pengajar bahasa isyarat di Universitas Indonesia.
"Bertubi-tubi penghargaan bagi Surya. Alhamdulillah, tawaran nyanyi juga enggak pernah berhenti," kata Dewi Yull.
Ia tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya dengan suaranya yang penuh nuansa ruang. (WKM)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.