Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Sebelum Meninggal, Laila Sari Ingin Pakai Kebaya Merah

"Dia ributnya tuh dia mau ke kondangan. Dia bilang 'ntar aku pake baju merah ya. Aku mau pakai celana enggak pakai kain'," tutur Darsih usai pemakaman Laila di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (21/11/2017).

Darsih kemudian membelikannya kebaya merah dan menyarankan agar Laila mengenakan celana panjang hitam.

Menurut Darsih,  Laila juga ingin mengenakan rambut palsu alias wig seperti yang biasa ia pakai saat shooting.

"Saya beliin kebaya merah. Tapi aku mau pake wig dia bilang. Saya bilang 'ngapain pakai wig, emang mau show?' Terus dia bilang, 'enggak ya? enggak bagus ya?'," ujar Darsih.

Namun yang membuatnya bingung, ia tak melihat ada undangan pernikahan di rumah Laila.

"'Aku mau ke kondangan ke Bekasi katanya'. Saya tanya 'undangannya mana?' Dia bilang 'undangannya enggak ada. Dia kenal ma kamu'. Sabtu ini katanya kondangannya," kata Darsih.

Laila Sari meninggal dunia di kediamannya di kawasan Tangkiwood, Jakarta Barat, Senin (20/11/2017) sekitar pukul 20.00 WIB.

Laila Sari terlahir dengan nama Nurlaila Sari Jahrotuljannah pada 4 November 1935 di Padang Panjang, Sumatera Barat. Ia dikenal sebagai komedian, pemain film dan penyanyi.

Beberapa waktu lalu, Laila sempat menceritakan kesulitan hidupnya dalam program bincang-bincang Ini Talkshow NET.TV.

Wanita yang namanya melambung berkat film Wadjah Seorang Laki-Laki (1971) itu tinggal bersama anak angkat, cucu, dan cicitnya dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan.

https://entertainment.kompas.com/read/2017/11/21/125226910/sebelum-meninggal-laila-sari-ingin-pakai-kebaya-merah

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke