Pertunjukan untuk merayakan 25 tahun perjalanan musik Farman Purnama ini akan dihelat di Balai Resital Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (7/4/2018) pukul 19.30 WIB.
Selain Farman Purnama konser ini juga akan didukung oleh penampilan dari penyanyi bertalenta lainnya yang antara lain Aning Katamsi (sopran), Alicia K. Hartono (mezzo-sopran), Ferina Widodo (dari Elfa's Singers), dan Batavia Madrigal Singers. Mereka akan diiringi oleh permainan musik Avip Priatna.
Mungkin tak banyak orang yang tahu siapa sesungguhnya Farman Purnama, maklum saja dia bukan penyanyi pop yang kerap warawiri di layar kaca.
Farman sendiri tahu betul akan konsekuensi atas genre klasik yang dia geluti selama seperempat abad ini. Dia juga mengerti kalau jenis musik yang dilakoninya bukanlah 'barang dagangan' yang biasa dikonsumsi di Indonesia. Kendati demikian, Farman tetap bangga walau bukan bagian dari pelaku panggung yang mayoritas.
"Saya sadar kalau genre musik yang saya tekuni memang kurang diminati di Indonesia. Tapi saya tetap bangga karena melalui musik ini saya sudah membawa Indonesia ke panggung International. Jadi buat saya dalam bermusik itu tidak ada yang namanya sekat-sekat. Semua punya tujuan yang sama yaitu ingin menghasilkan karya yang bisa dinikmati bersama," ujar Farman Purnama dalam siaran pers Selasa (3/4/2018).
Dalam konser 25 tahun Perjalanan Musik Farman Purnama nanti setidaknya ada sekitar 19 lagu yang akan dibawakan yang juga dibagi dalam beberapa sub tema.
Kecintaan bermusiknya tak terbatas hanya dalam ranah klasik tapi juga dalam musik non-klasik. Perjalanannya di ranah musik pop pernah menghantarkannya untuk berkolaborasi dengan nama-nama besar dalam industri musik pop di Tanah Air seperti Elfa Secioria, Andi Rianto, dan Addie MS.
Farman adalah salah satu penyanyi dalam album Interlude dari Hati (bersama Magenta Orchestra) dan penyanyi utama dalam album Karena Cinta Kita Ada: Tribute to Erros Djarot. Ia juga sempat tampil kolaboratif membawakan karya musik alternative dari grup Emerson Lake & Palmer (ELP) di Komunitas Salihara pada Februari 2016 lalu.
Tidak cukup dengan berkiprah di ranah pertunjukan vokal, Farman juga menyalurkan kecintaannya terhadap komposisi musik.
Ia menciptakan beberapa aransemen dan lagu untuk musik paduan suara. Juni 2017 lalu ia meluncurkan mini album solo bertajuk Farman, di mana dalam album tersebut ia menyanyikan lagu-lagu ciptaannya sendiri dalam genre crossover.
"Di konser nanti ada 19 lagu yang akan saya bawakan secara solo ataupun kolaborasi dengan penyanyi lainnya. 19 lagu itu adalah rangkuman dari gambaran perjalanan saya selama 25 tahun bermusik," ujar Farman.
https://entertainment.kompas.com/read/2018/04/03/193057010/penyanyi-tenor-farman-purnama-rayakan-25-tahun-perjalanan-karier