Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Solo Siap Gelar Festival Gamelan Internasional

JAKARTA, KOMPAS.com--Solo sedang bersiap menerima “kepulangan/ mudik/ mulih/ homecoming”nya lebih dari 50 kelompok gamelan dari dalam dan luar negeri, dalam pergelaran International Gamelan Festival (IGF) 2018.

Sekurangnya 19 kelompok gamelan luar negri dan 33 kelompok gamelan dalam negeri, serta belasan peneliti/ ahli gamelan, akan pulang kampung (home coming) ke Solo untuk tampil di IGF 2018 antara tanggal 9-16 Agustus 2018.

Homecoming adalah tema besar dari penyelenggaraan IGF kali ini. IGF mengundang kelompok-kelompok gamelan yang berdiaspora di berbagai belahan dunia dan dalam beraneka corak perkembangan serta fungsi.

Sebagaimana halnya peristiwa mudik, festival ini akan menjadi momentum silaturahmi dan ziarah kebudayaan untuk membangkitkan serta merawat ingatan-ingatan untuk mengkonstruksi kembali identitas melalui proses estetis ensambel gamelan. Tercatat setidaknya 20 kelompok gamelan dari 10 negara akan bersua 41 kelompok gamelan Slendro, Pelog, serta Kraton.

Bersama mereka akan menghibur para pecinta gamelan nusantara. Soft Opening yang akan dilaksanakan dengan menghadirkan 72 kelompok gamelan yang akan menabuh bersama-sama.

Opening Ceremonial, di awali dengan pergelaran komposisi karawitan oleh kelompok gamelan dari kelurahan-kelurahan, sanggar, dan pelajar di Solo Raya. Sesudah itu dikumandangkan Gendhing Ketawang Puspowarno, dilanjutkan gelaran komposisi Karawitan hasil kolaborasi para komponis yang telah mencapai puncak penjelajahan artistik Gamelan. Mereka adalah Rahayu Supanggah (Solo), Wayan Yudane (Bali), dan Taufik Adam (Jakarta).

Konser Utama, pada pertunjukan ini ingin menunjukkan pencapaian tertinggi yang telah diraih oleh seniman-seniman yang bisa dikategorikan sebagai maestro (empu) gamelan dan institusi pendidikan kesenian dari berbagai penjuru tanah air dan manca negara. Mereka, akan menampilkan karya-karya master piece ciptaan sendiri ataupun membawakan karya maestro lain.
Gamelan Situs Istana, pada panggung pertunjukan tersebut juga akan menghadirkan konser gamelan yang berasal dari situs-situs istana di antaranya Keraton Kasunanan (Solo), Pura Mangkunegaran (Solo), Puri Paku Alam (Yogyakarta), Kasultanan (Yogyakarta), Kasultanan Kanoman Cirebon (Cirebon), Puri Pliatan - Teges (Bali), dan juga Kasultanan Banjar (Kalimantan Selatan). Hal ini karena istana menjadi salah satu ruang tumbuh-kembang, proses penghalusan dan pencanggihan tradisi gamelan. Di istana pula, gamelan bertumbuh bukan sekadar sebagai sistem musikal, melainkan menyatu menjadi media eskpresi dari nilai-nilai dan filosofi, bahkan juga membungkus sekaligus menghaluskan strategi dan perilaku politik, mengalihkan hasrat konflik, dan sebagainya.

Konser Gamelan Rakyat, gamelan hidup di luar istana menjadi bagian dari keseharian di banyak komunitas. Bunyi gamelan hadir mengisi ruang suara sehari-hari dan peristiwa-peristiwa khusus, menjadi bagian dari pertunjukan hiburan rakyat, menjadi unsur yang menandai upacara, menjadi profesi untuk gantungan hidup, menjadi simbol kelas sosial, disakralkan dan menjadi barang berharga. Pergelaran gamelan—yang mempertemukan kelompok-kelompok lokal dengan kelompok-kelompok dari luar, bahkan manca negara—dan kunjungan ke sentra-sentra produksi instrumen di tempat asal hidupnya di kalangan rakyat jelata akan menjadi arena interaksi kultural, merangsang daya hidup dan membuka peluang tumbuhnya ekonomi secara lebih luas. Pergelaran di bagian ini akan diadakan di kelurahan-kelurahan di Kota Surakarta dan di daerah-daerah yang merupakan situs di mana gamelan berkembang dan menemukan gaya atau bentuk yang khas. Seperti kabupaten Boyolali, Blora, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Sukoharjo, dan Klaten.

Konser Keberagaman dan Konser Ekshibisi, pada bagian ini akan mempergelarkan beragam ekspresi dan penjelajahan artistik gamelan. Bentuk-bentuk yang akan dihadirkan meliputi keberagaman yang mewakili wilayah geografis, maupun ekspresi personal para seniman-seniman gamelan. Balai Soedjatmoko menjadi salah satu venue penyelenggaraan International Gamelan Festival. Dinamakan Panggung Pelog 1, akan menampilkan, Surya Kencana A, Gema Swaratyagita dan Laring Project (Jakarta), 7MM - Suwandi Widianto (Surabaya), Faculty of Music Gamelan Club – Universiti Teknologi MARA (Malaysia), Malire – Dedy Satya Hadianda (Bandung)

HOMECOMING
Sabtu, 11 Agustus 2018 | Pukul 19.30 WIB
Performers :
1. Gema Swarayatgita ( Jakarta )
2. Surya Kencana A ( Hongaria)

Selasa, 14 Agustus 2018 | Pukul 19.30 WIB
Performers :
1. 7 MM – Suwandi (Surabaya)
2. Univ MARA – Prof. Shahanum (Malaysia)
3. Malire – Dedy Satya (Bandung)

https://entertainment.kompas.com/read/2018/08/09/133202610/solo-siap-gelar-festival-gamelan-internasional

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke