Salin Artikel

Ngamen Hari Pertama Beroleh 140 Juta!

Ternyata yang paling cepat merespons dan bersedia saya datangi adalah kawan Denny JA, pemilik Lingkaran Survey Indonesia.

Denny bilang, "Ok saya bersedia Bro Jodhi ngamen di kantor saya, dan saya sediakan 25 juta rupiah. Tapi puisi saya tolong dibikinkan lagu ya," kata Denny lewat WA.

Saya pun menyanggupinya. Dalam dua hari puisi berjudul "Yatim di Palu" itu pun jadi lagu. Kemudian saya rekam melalui hp dan saya kirimkan ke beliau seraya bertanya, "Gimana bro, cocok?"

Bos LSI itu pun bilang cocok.

Dua jam kemudian, Denny menelpon saya, sembari berkata,  bahwa sumbangan untuk anak-anak di pengungsian yang hendak dititipkan kepada saya melalui aksi ngamen itu akan bertambah, sebab para pimpinan perusahaan di bawah holding LSI akan turut serta menyumbang.

Akhirnya waktu dan tempat disepakati. Ngamen saya akan berlangsung di Kantor LSI, Jl. Pemuda 70 Jakarta Timur,  pukjl 16.00  hingga pukul 18.00 wib.

Rabu malam saya bertandang ke kantor LSI untuk cek panggung dan sound serta berkenalan dengan anak-anak panti asuhan dari Yayasan Sosial Himmatun Ayat yang akan membantu saya bernyanyi dan berdoa.

Setelah menemui Adit, pemain cajon saya yang berasal dari Serang, kami pun melaju ke Jalan Pemuda, Jakarta Timur.

***

Denny JA sebagai tuan rumah membuka acara dengan sambutan soal letak Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng dunia dan 70 sesar.

Menurut Denny, kita harus ikhlas menerima kenyataan ini, kenyataan bahwa kita hidup di tanah penuh bencana tetapi juga penuh berkah.

Sambutan Denny usai, saya langsung menyambut dengan lagu "Kulihat Ibu Pertiwi" dari arah penonton.

Saya bernyanyi sambil memainkan ukulele menuju panggung. Saya mengajak yang hadir untuk betnyanyi, termasuk anak-anak yatim.

Selanjutnya saya masih mengajak yang hadir untuk menyanyikan lagu "Ambilan Bulan Bu". Saya bilang kepada hadirin, untuk kembali mengenangkan keriangan kita, kegembiraan kita,  karena hati dan pikiran kita belakangan dipenuhi orasi politik melalui media sosial dan pergaulan sehari-hari. Ya, ruang hidup kita seolah telah dikuasai oleh dunia politik yang penuh sengkarut.

Agar acara semakin hangat,  saya pun memanggil beberapa kawan penyair yang hadir saat itu untuk membaca puisi.  Narudin, Monica, Nia Samsihono,  Dhenok,  dan Gunoto Sapari. Selanjutnya, saya masih bernyanyi sekira enam lagu tentang cinta, lingkungan hidup, dan kehidupan.

Usai menyanyikan lagu puisi "Yatim di Palu" karya Denny JA, acara seremoni penyerahan sumbangan sebesar 140 juta secara simbolik pun dilakukan. Sumbangan sebesar itu sebagian besar berbentuk ventura atau barang,  selebihnua berbentuk uang untuk operasional kawan-kawan saya di lapangan.

Saya menerimanya dengan bahagia.  Sebab saya membayangkan, anak-anak di tenda-tenda pengungsian tentu akan segera mendapatkan mainan baru,  seragam baru, dan makanan bergjzi saat sumbangan yang didistribusikan oleh kawan-kawan Ikatan Wartawan Online di Sulteng segera terealisir tanpa birokrasi yang betbelit.

Sudah senja, saya pamit kepada kawan-kawan LSI,  untuk meneruskan perjalanan bertemu dengan banyak orang lagi, untuk saya ketuk pintu hatinya,  pintu rumahnya,  pintu kantornya; dengan nyanyian dan cerita saya tentang cinta, alam, dan kehidupan.

Waktu terus berkejaran. Malam ini cukup tidur beberapa jam saja, sebab pkl 03.00 dini hari saya harus sampai di Cengkareng untuk mengejar penerbangan pesawat pkl. 05.00 pagi ke Palu.

https://entertainment.kompas.com/read/2018/11/02/121952310/ngamen-hari-pertama-beroleh-140-juta

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.