Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Guru dan Dosen Berpuisi di Sastra Bulan Purnama

JAKARTA, KOMPAS.com--Dua perempuan penyair sekaligus guru dari kota yang berbeda, Nella Widodo (Temanggung) dan Amin Wahyuni (Megelang) akan kembali tampil membaca puisi di Sastra Bulan Purnama bersama 20 orang guru dan dosen dari berbagai kota. Mereka membuat antologi puisi yang diberi judul. ‘Himne Hujan’.

Kali ini, Sastra Bulan Purnama edisi 86 akan menampilkan para guru dan dosen yang bergulat dengan puisi. Mereka datang dari kota yang berbeda, Semarang, Pemalang, Wonosobo, Pati, Temanggung, Jakarta, Magelang, Yogyakarta dan beberapa kota lainnya. Sastra Bulan Purnama yang diberi tajuk ‘Guru dan Dosen Dalam Puisi Himne Hujan’ akan diselenggarakan, Jumat, 23 November 2018, pkl. 19.30 di Tembi Rumah Budaya, jl. Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Sebut saja 22 penyair yang memiliki profesi sebagai pengajar, dalam konteks ini guru dan dosen, meluncurkan satu buku puisi bersama yang berjudul ‘Himne Hujan’. Lebih dari 80 puisi karya 22 penyair guru dan dosen, yang menyajikan beragam tema, dan tidak hanya berkisah mengenai guru atau dunia sekolah yang sehari-hari dia geluti.

22 penyair guru dan dosen yang akan tampil, Tegsa Teguh Satriyo, Umi Prihwanti, Rr. Tri Widyastuti, Turini Adi Agustin, Heny Gunanto, Eka Ardhine, Tri Rahayu, Himmatun Nihayah, Dhiyah Endarwati, Nella Widodo, Kusfitria Marstyasih, Amin Wahyuni, Dr.Turahmat, Linda Wijayanti, Kurnia S.Wulansari, Ribut Achwandi, Diah Indria Dewi, Kanif Ramadlani, Purwanti Wulandari, Ika Budi Saryati, Endah Nursinta S dan Sri Sulastri.

Indro Subrobo selaku editor dari penerbit Tonggak Pustaka, yang menerbitkan antologi puisi ‘Himne Hujan’ mengatakan: "Himne Hujan" adalah antologi Puisi buah karya 22 Penyair dari beragam daerah. Para penyair ini telah secara sengaja meluangkan waktu, yakni sengaja mencipta waktu luang di antara keseharian hidup, sebagai saat-saat untuk mengambil jarak terhadap segala pengalaman, merefleksikannya, membacanya dan menempatkannya dalam kerangka makna yang lebih luas, lalu secara kreatif-kontemplatif menuliskannya dalam bentuk puisi”

“Puisi yang terangkum dalam antologi ini merupakan hasil cara memandang yang reflektif-kontemplatif dan kreatif atas kenyataan hidup yang dijumpai. Melalui antologi Puisi ini, para penyair mencoba membagikan respon batin mereka atas pengalaman, yang selanjutnya akan melahirkan respon batin baru dan berbeda oleh para pembaca" Ujar Indro Suprobo.
Selain akan dibacakan oleh para penyairnya sendiri, ada puisi yang akan digarap dalam bentuk lagu puisi oleh group TM ON. Kecuali itu, akan ada pembaca tamu, Kepala Dinas DIKPORA DIY, Drs. R. Kadarmanto Baskoro Aji dan MM.Tri Suwarni seorang PNS di Puskesmas Magelang, keduanya akan membacakan puisi dari salah satu puisi karya salah satu penyair dari 22 penyair yang ada dalam antologi puisi ‘Himne Hujan’.

Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama mengatakan, beberapa guru dan dosen yang akan tampil ini, beberapa di antaranya pernah tampil membaca puisi dan ikut antologi puisi bersama dengan perempuan penyair lainnya, dua di antaranya ialah Nella Widodo (Temanggung) dan Amin Wahyuni (Magelang).

Lebih dari 7 tahun Sastra Bulan Purnama diselenggarakan setiap bulan, demikian Ons Untoro memnjelaskan, berbagai macam profesi permah tampil membaca puisi karyanya sendiri, di antaranya wartawan membaca puisi, para guru membaca puisi, dosen membaca puisi dan kali ini guru dan dosen tampil bersama di Sastra Bulan Purnama.

“Setiap yang tampil di Sastra Bulan Purnama selalu sekaligus menulis puisi, karena yang dibacakan adalah puisi karya sendiri, kecuali sebagai pembaca tamu’ ujar Ons Untoro. (*)

https://entertainment.kompas.com/read/2018/11/17/082735410/guru-dan-dosen-berpuisi-di-sastra-bulan-purnama

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke