Salin Artikel

Didakwa Pasal Hukuman Mati, Steve Emmanuel Akan Sampaikan Keberatan di Pengadilan

Saat memasuki ruang tahanan sementara PN Jakarta Barat, pemain sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta? itu mengaku siap menjalani sidang yang beragendakan pembacaan eksepsi atau nota keberatan dari terdakwa tersebut.

"Iya (siap membacakan nota keberatan)," ujar Steve sembari memasuki ruang tunggu tahanan sementara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, siang.

Steve yang pada lehernya tampak tertempel beberapa lembar koyo, memberikan senyuman kepada awak media dan menyatakan bahwa dia dalam keadaan sehat.

"(Kondisi saya) baik, sehat," ucap Steve.

Steve sebelumnya ditangkap setelah kedapatan memiliki dan diduga menyelundupan narkoba jenis kokain pada 21 Desember 2018 lalu.

Dari tangannya disita barang bukti berupa kokain seberat 92,04 gram dan satu buah alat hisap untuk narkotika jenis kokain bernama Bullet.

Steve diancam dengan pasal 114 ayat (2) Sub 112 ayat (2) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Ia pun terancaman dikenai hukuman pidana penjara minimum lima tahun dan maksimum seumur hidup atau hukuman mati.

https://entertainment.kompas.com/read/2019/03/28/151145110/didakwa-pasal-hukuman-mati-steve-emmanuel-akan-sampaikan-keberatan-di

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.