Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Sambut Hari Film Nasional 2019, Enam Film Indonesia Dipertontonkan Ulang

Genre keenam film layar lebar itu beragam, dari horor hingga komedi romantik.

Film-film itu telah diputar di bioskop-bioskop.

Jika belum pernah menonton atau ingin melihat ulang film-film itu, Anda bisa melakukan hal tersebut melalui Netflix.

1. The Night Comes for Us

The Night Comes for Us bercerita mengenai Ito (Joe Taslim), seorang mantan anggota Triad dengan misinya melindungi seorang anak dari bekas organisasi mafianya tersebut.

Ito melakukan usaha penyelamatan itu untuk menebus kesalahan masa lalunya.

Arian (Iko Uwais), yang dulu pernah menjadi salah seorang teman dekat Ito, akhirnya ditugaskan oleh organisasi tersebut untuk mencari Ito dan membunuhnya.

Memiliki sejarah pertemanan yang panjang dengan Ito, Arian dihadapkan pada dua pilihan yang berat; menghargai pertemanan mereka atau mengikuti ambisinya di organisasinya.

The Night Comes for Us telah diputar di berbagai festival-festival film di dunia, termasuk Fantastic Fest dan Sitges Film Festival, serta mendapat respons yang positif di ajang-ajang tersebut.

Film yang disutradarai oleh Timo Tjahjanto ini menggandeng sederet artis peran ternama di Indonesia, termasuk Joe Taslim, Iko Uwais, Zack Lee, Julie Estelle, Dian Sastrowardoyo, dan Hannah Al Rashid.

2. Ada Apa dengan Cinta? (What's Up with Love?)

Berkisah mengenai cinta dua remaja bernama Cinta (Dian Sastrowardoyo) dan Rangga (Nicholas Saputra), Ada Apa Dengan Cinta? merupakah salah satu film yang membangkitkan kualitas industri film Indonesia.

Walaupun alur cerita film ini sederhana, Rudi Soedjarwo, Mira Lesmana, dan Riri Riza sebagai pembuat film berhasil mengambil hati para penggemar dengan berbagai adegan romantis yang berkesan.

Adegan-adegan itu dijalani oleh artis-artis film ternama, serta dipadu dengan soundtrack  yang dicipta oleh Melly Goeslaw. Selain percintaan, film ini juga memperlihatkan persahabatan, keluarga, hingga kondisi politik Indonesia pada masa tersebut.

Ada Apa dengan Cinta? mendapat tiga penghargaan dalam Festival Film Indonesia 2004, yaitu Pemeran Utama Wanita Terbaik untuk Dian Sastrowardoyo, Sutradara Terbaik untuk Rudi Soedjarwo, dan Penata Musik Terbaik untuk Anto Hoed dan Melly Goeslaw.

3. Sebelum Iblis Menjemput (May the Devil Take You)

Setelah mendapati ayahnya terkena suatu penyakit misterius, Alfie (Chelsea Islan) pergi bersama saudara dan ibu tirinya ke vila tua milik keluarganya.

Selama berada di vila tersebut, mereka menemukan suatu rahasia menakutkan mengenai perjanjian sang ayah dengan iblis pada masa lalu.

Utang perjanjian yang belum terbayarkan kini mengancam keluarganya dan hanya Alfie yang bisa menebusnya. 

Disutradarai oleh Timo Tjahtjanto, Sebelum Iblis Menjemput merupakan film bergenre horor pertama yang dibintangi oleh Chelsea.

Kebanyakan shooting film ini mengambil tempat di area terpencil pada tengah malam, di mana salah satu adegannya mengharuskan Chelsea berkelahi dengan Pevita Pearce di lumpur. Akting Chelsea itu mendapat banyak pujian.

4. Single

Film komedi Single bercerita tentang si malang Ebi (Raditya Dika), pria berusia 27 tahun yang kesepian dan tidak memiliki pekerjaan, yang sedang mencari pacar untuk diperkenalkan kepada ibunya.

Bersama kedua temannya, si pria sok tahu Wawan (Pandji Pragiwaksono) dan si pria pesimistis Victor (Babe Cabita), Ebi berusaha keras menarik perhatian perempuan idamannya, Angel (Annisa Rawles), dan menjauhkannya dari saingannya, Joe (Chandra Liow).  

Single disutradarai oleh Raditya Dika. Naskahnya juga ditulis olehnya.

5. Rudy Habibie

Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, Rudy Habibie merupakan film biografi tentang salah seorang mantan presiden Indonesia, BJ Habibie.

Melalui film ini para penonton bisa melihat berbagai masalah yang dihadapi oleh BJ Habibie ketika muda, dari kesulitan hidup di luar negeri hingga mempertahankan idealisme. 

Artis peran Reza Rahadian dinilai berhasil menghidupkan sosok Habibie lewat aktingnya, termasuk dengan gaya bicara dan berjalannya.

Film ini juga didukung oleh sejumlah bintang lain, termasuk Chelsea Islan dan Ernest Prakasa.

6. Laskar Pelangi

Berlatar belakang era 1970-an, film ini bercerita mengenai 10 anak yang menempuh pendidikan di sebuah sekolah dasar yang bangunannya sudah reyot di Gantong, Belitung Timur. 

Mereka menamakan diri Laskar Pelangi. Mereka harus berusaha keras untuk memertahankan sekolah mereka dan meneruskan pendidikan.  

Diadaptasi dari novel populer karangan Andrea Hirata, Laskar Pelangi menggambarkan keindahan persahabatan dan kegigihan perjuangan hidup anak-anak dalam meraih mimpi.

Tentu saja para penonton juga tidak bisa melewatkan pemandangan spektakuler dari Pulau Belitung sebagai lokasi shooting film ini. 

Laskar Pelangi, yang disutradarai oleh Riri Riza, mendapat sejumlah penghargaan film nasional dan internasional, termasuk kategori Film Terbaik dari Festival Film Indonesian 2009, SIGNIS Award dari Hong Kong International Film Festival 2009, dan Golden Butterfly Award dari 23rd International Children & Young Adults Film Festival, Iran 2009. 

https://entertainment.kompas.com/read/2019/03/29/184146510/sambut-hari-film-nasional-2019-enam-film-indonesia-dipertontonkan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke