Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Surat Maaf untuk Fairuz yang Terlambat dari Galih, Pablo, dan Rey

Namun, surat permohonan maaf itu dinilai terlambat karena baru ditulis dan disampaikan kepada Fairuz saat ketiganya sudah mendekam di balik jeruji besi.

1. Galih Minta Maaf kepada Keluarga Besar Fairuz

Mulanya, Galih Ginanjar menyampaikan permohonan maafnya kepada mantan istrinya, Fairuz A Rafiq melalui sepucuk surat.

Surat itu dibacakan oleh istri Galih, Barbie Kumalasari saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).

"Ini Galih nitip surat, isinya selamat siang untuk semua masyarakat Indonesia yang saya cintai dan banggakan, saya Galih Ginanjar pengin mengucapkan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada ibu Fairuz, mamanya Fairuz, dan kakak-kakaknya ibu Fairuz," kata Barbie.

Galih mengungkapkan rasa penyesalannya kepada Fairuz dan seluruh keluarganya.

"Serta keluarga ibu Fairuz di mananpun berada, atas keteledoran saya, kekeliruan saya, hingga mengakibatkan ketidaknyamanan ibu Fairuz dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di manapun ibu Fairuz berada," sambungnya.

"Sekali lagi saya mohon dibukakan pintu maaf kepada saya, saya manusia bisa yang tidak lepas dari kekhilafan dan kekeliruan, semua ini sudah menjadi takdir dari Allah SWT," ucap Barbie membacakan surat itu.

2. Rey Utami dan Pablo Ikut Bikin Surat untuk Mediasi

Tak lama berselang, Rey Utami dan Pablo Benua juga menuliskan permohonan maaf dengan cara yang sama. Surat itu ditulis tangan dan tanda tangan di atas materai.

Kuasa hukum pasangan Pablo Benua dan Rey Utami, Muh Burhanuddin mengatakan, surat itu dibuat sebagai bentuk upaya mediasi dengan pihak Fairuz.

"Mereka buat surat permintaan maaf. Rey duluan," kata Burhanuddin saat dihubungi Kompas.com, Jumat (2/8/2019).

Lanjut Burhanuddin, surat Rey dan Pablo tidak ada kaitannya dengan Galih yang sebelumnya juga membuat surat permohonan maaf.

"Sebenarnya sih sudah lama, mereka saat ini kan lagi menempuh proses-proses mediasi, kalau mediasi kan harus ada pihak yang mengalah istilahnya, jadi ini harus minta maaf," jelas Burhanuddin.

3. Alasan Rey dan Pablo Publikasikan Surat Mereka

Baharudin juga mengungkapkan alasan kliennya mempublikasikan surat permohonaan maaf mereka kepada Fairuz A Rafiq.

Pablo dan Rey diketahui telah ditahan setelah menjadi tersangka kasus video ikan asin yang diunggah melalui akun YouTube mereka.

"Karena susah juga buat ketemunya. Karena sudah berapa kali pake mediasi orang-orang terdekatnya, mereka enggak tembus juga," lanjutnya.

Melalui surat itu, Rey juga berharap mendapat penangguhan penahanan karena masih memiliki anak kecil di rumah.

4. Fairuz Menolak Mediasi

Tekait surat permohonan maaf itu, Fairuz menolak mediasi. Fairuz juga berharap polisi tak mengabulkan permohonan Rey Utami jadi tahanan kota.

"Kalau tanggapan aku gini sih sebenarnya, setiap orang apakah iya gitu kalau seandainya punya anak terus melakukan tindak kriminal, terus melakukan yang istilahnya tidak sesuai dengan hukum yang berlaku, terus mereka bisa dijadikan tahanan luar," ujar Fairuz.

"Berarti nanti kalau ada orang yang melakukan kesalahan lagi, terus karena mereka punya anak, 'Ah gue punya anak ini, gue bisa jadi tahanan luar'," lanjutnya.

Menurut Fairuz, apa yang telah dilakukan ketiganya sudah sangat mencemarkan nama baiknya dan menimbulkan trauma yang mendalam.

Surat permohonan maaf itu pun terlambat sudah karena harapannya diberikan sebelum Fairuz membuat laporan.

Fairuz mengaku sudah pernah memperingati, namun mereka justru menertawakan hingga akhirnya Fairuz membuat laporan ke polisi.

"Aku kan selama ini udah ngediemin ya, bertahun-tahun aku ngediemin. Tapi tiba-tiba terus terjadi kayak gini kan harus ada efek jera gitu terhadap seseorang yang melakukan penghinaan gitu kan," papar Fairuz.

https://entertainment.kompas.com/read/2019/08/03/073000610/surat-maaf-untuk-fairuz-yang-terlambat-dari-galih-pablo-dan-rey

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+