Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cinta Laura dan Pengalamannya di Jember Fashion Carnaval ke-18

Cinta saat itu mengenakan kostum defile Hudoq karya desainer dari Yayasan JFC, yang didominasi warna hijau. Hudoq merupakan ciri khas Suku Dayak.

Bagaimana pengalaman Cinta? Berikut kisahnya:

Bangga

Dibalut salah satu baju tradisional karya anak bangsa, membuat Cinta merasa bangga. Belum lagi kostum Hudoq tersebut juga mendapatkan sentuhan baru yang lebih megah.

"Aku sangat bangga, dengan designer di Jember dan di Indonesia. Karena di Jember waktu itu banyak desain yang keren, ada yang khas Sulawesi, Jawa, Kalimantan, Sumatera," ujar Cinta dalam sebuah wawancara.

Alasan ikut JFC

Selain bangga, Cinta juga punya alasan hingga ia bersedia untuk ikut berlenggak-lenggok memeragakan pakaian khas Indonesia di Jember Fashion Carnaval.

"Yang pasti aku mau jadi itu karena alasan yang aku bilang aku pengin acara Jember festival bisa jadi sesuatu yang mendunia," kata Cinta.

Baginya, hal ini adalah cara mengenalkan kemampuan Indonesia dalam dunia desain.

"Karena bisa menunjukkan bahwa Indonesia punya talent-talent yang bagus seperti talent-talent di luar negeri," ujar Cinta.

Kostum Berat

Cinta mengatakan, kostum yang ia kenakan cukup berat. Untuk bagian sayap saja, Cinta harus menahan beban seberat 15 kilogram.

"Yang pasti outfit yang aku pakai itu berat banget, wings-nya sendiri 15 kilogram dan yang kepala itu juga berat. Tapi aku percaya, kalau kita kasih sesuatu kita jangan komplain," ujarnya.

Meski berat, hal itu tak mengurangi semangat Cinta dan rasa bangganya atas kostum indah karya anak bangsa tersebut.

"Biar berat tapi excited karena bajunya keren banget, dan selain itu baju itu juga pernah dipakai sama Miss Supranatural, jadi aku (bangga) bisa pakai lagi di Jember festival," kata Cinta.

Tak kalah dengan Brazil

Bagi Cinta, Jember Fashion Carnaval, tak kalah seru dengan carnaval yang digelar di Brazil.

"Dan aku rasa festival di Jember enggak kalah sama festival di Brazil dan juga karnaval di negara lainnya," ungkapnya.

Untuk itu Cinta berharap agar karnaval itu mendapat perhatian dari pemerintah.

"Hopefully, ke depannya Jember ini bisa lebih banyak support lagi, enggak cuman dari sponsor, tapi dari pemerintah, supaya lebih mendunia dan desainer Indonesia lebih dikenal lagi di luar negeri. Tinggal kasih support saja," kata Cinta.

Kontroversi

Namun di tengaj itu penampilannya yang memukau, Cinta mendapatkan protes dari Front Pembela Islam (FPI) yang menganggap pakaian yang dikenakan terlalu vulgar.

Saat ditanya tentang hal ini, Cinta memilih untuk tidak memberikan jawaban.

"Itu enggak ada hubungannya sama Diaspora hari ini," kata Cinta singkat.

Ibu minta maaf

Ibunda Cinta, Herdiana, pun meminta maaf apabila yang dilakukan putrinya dianggap terlalu vulgar.

"Pertama saya selaku mama Cinta minta maaf kalau menurut MUI dan FPI itu terlalu vulgar," kata Herdiana beberapa waktu lalu.

Menurut Herdiana, Cinta setuju untuk memeragakan pakaian itu demi mempromosikan budaya Indonesia.

"Tapi ini kan tujuannya promosi pariwisata dan budaya Indonesia jadi kita harus lihat dari sudut pandang yang berbeda," ungkap Herdiana.

"Ini kan sudut pandangnya kebudayan dan pariwisata. Kita tidak menyalahkan siapa pun," tambahnya.

https://entertainment.kompas.com/read/2019/08/12/092213310/cinta-laura-dan-pengalamannya-di-jember-fashion-carnaval-ke-18

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke