Salin Artikel

Bocoran Kolaborasi Apik di Soundrenaline 2019, Seringai Diiringi Marching Band hingga Duet Instalasi Seni

Demi memuaskan hasrat indera mata dan telinga para penonton, salah satu festival musik terbesar di Asia Tenggara ini akan menyuguhkan berbagai kolaborasi yang akan dibawa oleh puluhan musisi bahkan kreator progresif di Soundrenaline 2019.

Berikut bocoran kolaborasi apik di Soundrenaline 2019, mari disimak!

1. Tiga Musisi Lintas Genre dan Generasi Tampil Bersama Maliq & D’Essentials

Salah satu penampil yang sering menghiasi panggung Soundrenaline, Maliq & D’Essentials, akan kembali menghentak A Stage dengan penampilan spesial.

Band pop yang tahun ini juga genap berusia 17 tahun akan mengajak Indra Lesmana, Rekti Yoewono dari THE S.I.G.I.T dan Tuan Tigabelas untuk tampil membawakan lagu-lagu Maliq & D’Essentials. Bahkan, beberapa lagu hits dengan genre berbeda.

Genre pop, jazz, rock, dan hip hop, akan berpadu dan melebur di atas satu panggung. Hal tersebut akan menghasilkan sebuah kolaborasi musik yang kaya rasa dan penuh kejutan.

2. Kolaborasi Panggung Terlengkap Dari Fourtwnty

Trio folks Ari Lesmana, Nuwi, dan Roots, kembali tampil lagu-lagu syahdu yang mampu merelaksasi saraf di atas panggung Soundrenaline.

Dalam pergelaran kali ini, Fourtwnty dipercaya menjadi pengisi acara di A Stage, panggung utama dan termegah. Demi memaksimalkan aksi, Fourtwnty akan membawakan set list bahkan aransemen baru yang hanya dimainkan di Soundrenaline.

Hal itu ialah membawa serta orkestra mini dengan komposisi seperti string section, selo, biola, dan paduan suara, yang akan ditampilkan dengan tata cahaya panggung bahkan kostum yang berbeda dari biasanya.

3. Kolaborasi Mocca dan Ardhito Pramono

Setelah sukses menyita perhatian publik dengan kolaborasi berbentuk live session di media sosial masing-masing. Mocca dan Ardhito Pramono menjawab permintaan sekaligus tantangan dari penggemar untuk membawa kolaborasi tersebut di atas panggung besar Soundrenaline.

Ini akan menjadi kali pertama Mocca dan Ardhito membawa kolaborasi mereka di sebuah festival musik berskala besar.

Mocca, band pop indie asal Bandung yang telah lama berkarier di industri musik tanah air tersebut akan kembali memadukan musik manis mereka dengan penyanyi jazz pendatang baru, Ardhito Pramono.

Walaupun rentang perjalanan mereka di belantika musik terpaut cukup jauh, namun hal tersebut yang membuat kolaborasi keduanya unik dan menjadi sajian lintas generasi yang wajib untuk disaksikan.

4. Seringai Siap Hentak Panggung Utama dengan Iringan Marching Band

Setelah lebih dari sepuluh kali Seringai tampil di Soundrenaline, akhirnya band metal bentukan Arian Arifin dan kawan-kawan tersebut akan tampil di A Stage.

Untuk membuat momen itu semakin manis, Seringai menyiapkan sebuah kelompok marching band untuk berkolaborasi Bersama mereka demi menciptakan penampilan panggung yang spektakuler. Formula music sangar dan lantunan harmonisasi musik orkestra pun layak dinanti.

5. Ngamen Bersama Musisi Soundrenaline di Area Festival

Bukan hanya menghibur dari panggung, para musisi juga akan mencoba memberikan hiburan berbeda dan lebih intim dengan berkolaborasi Bersama untuk ngamen di area festival.

Beberapa musisi progresif akan secara tiba-tiba muncul dan mengamen di area festival dengan instrumen sederhana. Mereka akan berkeliling dan mengejutkan para pengunjung dengan penampilan yang interaktif.

6. Patung Penari Baris Tunggal Karya Agus Mediana dan I Putu Edi Kharisma

Salah satu instalasi seni hasil kolaborasi antara seniman ternama Bali, Agus Mediana dan I Putu Edi Kharisma, akan menambah kenangan dari perhelatan Soundrenaline 2019.

Karya keduanya yang bertema “Penjaga Jaman” merupakan patung penari baris tunggal dengan perwujudan dari berbagai simbol seni Bali.

Patung berskala besar ini tentu menjadi salah satu karya kolaborasi terbaik yang akan menyita perhatian pengunjung Soundrenaline 2019.

7. Karya Ikonik The Monument Besutan Uji Hahan Dalam Proyek Tapi Jadi Epik

Seniman asal Yogyakarta, Uji ‘Hahan’ kembali berkarya di Soundrenaline dengan menciptakan sebuah monumen setinggi 10,8 meter bertajuk “Tapi Jadi Epik”.

Berangkat dari berbagai keraguan yang ia temui, Uji menciptakan 10 karakter unik yang diletakkan sebagai ornamen di atas karya “Tapi Jadi Epik” berbentuk monumen.

Kolaborasi juga dihasilkan dengan membawa karya-karya lintas bidang yakni musik, visual art, dan fotografi/video dari sembilan finalis kompetisi kreatif Go Ahead Challenge 2019.

Pameran kolaborasi dari para finalis Go Ahead Challenge tersebut akan mengisi ruang di level terbawah dari karya “Tapi Jadi Epik”.


https://entertainment.kompas.com/read/2019/09/07/080000610/bocoran-kolaborasi-apik-di-soundrenaline-2019-seringai-diiringi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.