Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Melepas Rindu dengan Frau di Balkondes

Hal itu terbukti saat Frau tampil di Balkonjazz Festival 2019 pada Sabtu (14/9/2019).

Sore itu, suasana di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Magelang, sedang sejuk-sejuknya. Perbukitan Menoreh terlihat dari kejauhan, beratap langit biru yang cerah.

Hampir pukul 16.00, Leilani Hermiasi (29) atau Lani, si pemilik nama panggung Frau, naik ke atas panggung megah yang didirikan di tengah Desa Tuksongo itu. Di atas panggung sudah ada Oskar, nama piano milik Lani.

Lani hanya berdua dengan Oskar. Tak ada gitaris, bassist, apalagi pemain drum.

"Untuk yang belum kenal, saya Leilani Hermiasih. Dan ini adalah Oskar (sambil membunyikan pianonya) dan kami Frau," ujar Lani.

Lani tampil sederhana dengan berkebaya hijau lumut yang dipadu rok hitam. Potongan rambutnya pendek dan wajahnya tanpa polesan make up berarti.

Ia melangkah dengan sepatu sendal cokelat dan membawa tumbler tosca, sebagai pengganti air minum dalam kemasan.

Sejak kemunculan Frau di atas panggung, sejumlah penonton yang duduk di atas rumput dan konblok di depan panggung berteriak kecil sambil senyum-senyum. 

I'm a Sir dari album pertama Starlit Carousel yang dirilis tahun 2010, menjadi lagu pertama yang dibawakan Frau.

Frau juga menyanyikan lagu dari gabungan dua puisi. Pertama, "Berdiri Aku" karya Amir Hamzah dan kedua, "Berita Perjalanan" karya Sitor Situmorang.

Di tengah jeda ke lagu selanjutnya, Lani mengaku sedikit gugup karena jarang manggung dengan dikelilingi fotografer yang memotretnya dari berbagai angle. 

Penyanyi solo asal Yogyakarta itu juga tak menyangka, penontonnya memenuhi area depan panggung.

"Mau nonton Laniiii," teriak penonton.

Saat Frau membawakan lagu "Tarian Sari", penonton juga ikut bernyanyi.

"Sari menari
Di bawah mudanya mentari
Sampit merahnya disebelahkan
lalu terbang ya putar ke kanan."

Terakhir, Frau membawakan lagu dari band Melancholic Bitch, yaitu "Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa".

Menangis bertemu Frau

Lani turun panggung, beberapa penonton yang tadinya duduk ikut beranjak ke sebelah kanan panggung. Mereka mengejar Lani.

Di antara pagar besi pembatas, ada yang sudah membawa buku dan juga CD album Lani untuk ditandatangani.

Salah satu fans Lani, Wiwit, berdiri menunggu antrean. Senyumnya semringah melihat Lani.  Ia datang dari Purworejo, Jawa Tengah ke Magelang hanya untuk menonton idolanya itu.

"Sudah 9 tahun pengin ketemu langsung. Sekarang baru kesampaian. Senang banget," ujar Wiwit dengan mata berkaca-kaca.

Tahun 2010, Wiwit sempat merencanakan menonton Frau, tetapi saat itu ia sedang hamil. 

Gilirannya tiba, Wiwit malah malu-malu ingin foto dengan Lani. Deg-degan katanya. Air matanya pun jatuh saat akhirnya bertegur sapa dengan Lani dan foto bersama yang disekat besi pembatas.

Satu tahun belakangan, Lani memang vakum manggung karena fokus kuliah S3 jurusan Antropologi musik di Universitas Freie, Berlin. 

Balkonjazz Festival menjadi panggung kedua Frau tahun ini. Rindu dengan Frau terbayar sudah.

https://entertainment.kompas.com/read/2019/09/18/093000910/melepas-rindu-dengan-frau-di-balkondes

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke