Salin Artikel

Menangis dan Peluk Ibu Saat Sidang, Sandy Tumiwa: Saya Kapok, Ma

Di antara pengunjung tampak ibunda Sandy, Amalia Nurshanty.

Tubuh Sandy Tumiwa terlihat kurus sejak mendekam di penjara karena kasus tersebut.

"Kondisinya ya seperti sekarang," kata Sandy.

"Kurus kan," sambung Amalia menimpali ucapan Sandy.

Amalia sedih melihat tubuh Sandy Tumiwa yang terlihat kurus seolah tidak bisa mengurus diri dalam penjara.

"Sebenarnya saya sedih. Cuma nggak bisa sering-sering nengok. Mama juga punya penyakit. Kaki mama susah jalan," kata Amalia Nurshanty.

"Sandy kapok, Ma," jawab Sandy Tumiwa yang kemudian menjabat erat tangan ibunya sambil menangis.

Bekas suami Tessa Kaunang itu mengaku kapok sering menyusahkan orangtuanya. Padahal selama ini ibunya sabar mengurusinya.

Sandy Tumiwa sudah dua kali masuk penjara. Kasus pertama atas kasus investasi bodong, dan yang kedua karena narkoba.

"Saya kapok. Saya punya janji sama ibu, mau memberangkatkan dia ke Mekkah," ujar Sandy yang mendapatkan banyak pelajaran atas kasusnya tersebut.

"Kita bisa tahu siapa sahabat ketika lagi mengalami masalah," ujar Sandy Tumiwa.

Sandy Tumiwa kembali mendekam di penjara setelah ditangkap Unit Narkoba Polsek Menteng, Jakarta Pusat, karena memiliki dan menyalahgunakan narkotika.

Sandy Tumiwa ditangkap polisi sedang bersama teman pria bernama Michael Angelio Yandi Langke di Hotel The Groove, Jakarta Selatan, 1 Maret 2019 dini hari.

Dari hasil pemeriksaan Sandy memiliki 0,24 gram sabu, bong, dan aluminium foil yang digunakan sebagai alat isap sabu.

Beberapa tahun lalu, Sandy Tumiwa juga ditangkap dan masuk penjara akibat kasus investasi bodong yang telah merugikan orang banyak. (Arie Puji Waluyo)

-------

Artikel ini telah ditayangkan di Wartakotalive dengan judul Tampak Kurus Selama di Penjara, Sandy Tumiwa Menangis Sambil Memeluk Ibu di Ruang Sidang Pengadilan.

https://entertainment.kompas.com/read/2019/09/20/064638410/menangis-dan-peluk-ibu-saat-sidang-sandy-tumiwa-saya-kapok-ma

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.