Carla Bruni Bantah Kabar Selingkuh

Kompas.com - 09/04/2010, 07:12 WIB
Editoraegi

PARIS, KOMPAS.com - Carla Bruni-Sarkozy, ibu negara Perancis, Rabu (7/4), mengatakan, kabar angin mengenai keadaan rumah tangganya dengan Presiden Nicolas Sarkozy adalah ”tidak berarti”, dan menolak teori mengenai rencana untuk menjatuhkan pasangan glamor itu.

Dia mengatakan dalam sebuah wawancara dengan radio Europe 1 bahwa dia dan Sarkozy ”telah membalik halaman” dan menyarankan agar media melakukan hal yang sama.

Supermodel yang kini menjadi penyanyi itu memberikan wawancara radio dalam upaya untuk mengakhiri hiruk-pikuk media yang menyoroti kehidupan rumah tangganya dan kabar adanya rencana di kalangan dekat Sarkozy terhadap pasangan tersebut.

Kabar angin itu bermula awal Maret lalu dengan muncul di sebuah blog surat kabar hari Minggu Perancis. Mulanya, media Perancis lain mengambil pendekatan untuk tidak menyinggung hal itu meski beberapa surat kabar asing, terutama Inggris, ramai memberitakan kabar angin itu. Kabar itu menyebutkan bahwa baik ibu negara maupun sang presiden sama-sama mempunyai hubungan gelap.

Kabar itu menjadi berita utama di Perancis akhir pekan lalu dengan wawancara antara pengacara Sarkozy dan pembantu dekat Carla Bruni yang sama-sama mengatakan kemungkinan bahwa kabar angin itu merupakan bagian dari sebuah rencana yang bertujuan untuk menggulingkan pasangan kepresidenan itu. Kejaksaan membuka sebuah penyidikan mengenai sumber kabar angin itu.

”(Kabar angin) itu telah mencapai proporsi yang saya anggap menggelikan,” kata Bruni-Sarkozy dalam wawancara itu.

”Kabar angin itu tidak ada artinya bagi saya dan suami saya. Memang benar kami adalah korban kabar angin, memang benar itu tidak terlalu menyenangkan, dan memang benar bahwa itu sama sekali tidak ada artinya bagi kami,” katanya. ”Tidak ada konspirasi. Tidak ada balas dendam. Tidak ada apa-apa. Kami telah membalik halaman.”

Roman kilat Sarkozy dan perkawinannya pada Februari 2008 dengan Bruni-Sarkozy, supermodel yang kini adalah penyanyi pop, terus disorot media dan publik. Ini adalah perkawinan ketiga Sarkozy dan Carla Bruni-Sarkozy, yang dulu pernah mengatakan monogami tak bisa dipertahankan. Sarkozy menikahi Bruni setelah perpisahan dan perceraian yang memalukan dengan Cecilia Sarkozy.

Menghadapi kabar-kabar angin itu, pasangan tersebut memperlihatkan mereka bersatu. Mereka kerap bergandengan tangan selama kunjungan ke AS pekan lalu, termasuk sebuah santap malam dengan pasangan Obama di Gedung Putih.

Bruni memuji suaminya dalam wawancara radio itu, dengan mengatakan, pekerjaan suaminya bukanlah melawan kabar angin, melainkan berkarya bagi rakyat Perancis.

Kantor kejaksaan Paris mengatakan, Selasa, bahwa polisi sedang menyidik siapa yang memulai kabar angin mengenai ketidaksetiaan pasangan itu.

Pengacara Sarkozy, Thierry Herzog, mengatakan dalam sebuah wawancara radio hari Senin malam bahwa dia tidak mengenyampingkan kemungkinan kabar angin mengenai hubungan-hubungan gelap pasangan itu telah ditanam dalam upaya untuk menjatuhkan mereka.

Hari Kamis, para politisi Perancis memuji Bruni-Sarkozy atas wawancara radio untuk menangkis kabar angin itu.

”Persoalan ini sekarang telah ditutup,” kata jubir pemerintah, Luc Chatel. Sementara itu, Menteri Urusan Keluarga Nadine Morano menyebut Bruni seorang ”negarawati”.

”Saya rasa dia sangat impresif dan Anda bisa tahu bahwa dia punya rasa kewajiban. Saya kira itu yang memotivasi dia untuk berbicara kemarin karena jabatan presiden sudah sepatutnya dihormati,” kata Morano.

Bulan lalu, surat kabar-surat kabar di Belgia, Inggris, Jerman, dan Swiss memberitakan kabar angin mengenai perkawinan Presiden Sarkozy.

Kabar angin itu telah beredar di kalangan politik Paris dan media selama berpekan-pekan, tetapi meledak menjadi opini umum melalui situs jejaring sosial, Twitter, dan sebuah blog di surat kabar Le Journal du Dimanche.

Le Journal du Dimanche telah mengajukan pengaduan resmi kepada polisi, menuduh bahwa seorang karyawan Newsweb, sebuah perusahaan yang disubkontrak untuk menyediakan isi situs internet surat kabar itu, telah menyuntikkan data palsu ke situsnya.

Menurut mingguan Le Nouvel Observateur dan harian Le Monde, Journal du Dimanche telah didorong untuk mengajukan pengaduan itu oleh lingkar dalam Sarkozy walau pembantu-pembantu Sarkozy membantah hal ini.

Sejak posting itu, yang dipasang pada 9 Maret malam dan segera dicabut begitu para editor menyadarinya, pimpinan Newsweb dan penulis posting itu telah dipaksa mundur.

Bruni dalam wawancara radionya membantah kabar bahwa mantan Menteri Kehakiman Rachida Dati menanam kabar angin itu.

Dati, yang dekat dengan mantan istri Sarkozy, Cecilia, tidak lagi dekat dengan Sarkozy setelah perkawinannya dengan Bruni dan dengan meningkatnya kritik mengenai cara Sarkozy menangani kementeriannya.

Dalam sebuah pernyataan, Dati, yang kini menjadi anggota parlemen Eropa, menyangkal tuduhan itu. Carla Bruni-Sarkozy mengatakan itu hanyalah kabar angin. ”Jadi saya tidak memercayainya. Dati tetap teman kami,” katanya. (AFP/AP/Reuters/DI)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.