"Demam" Perkawinan Kerajaan Meningkat

Kompas.com - 29/03/2011, 07:12 WIB
EditorEgidius Patnistik

LONDON, KOMPAS.com - Sebulan menjelang perkawinan Pangeran William dan Kate Middleton, ”demam” mengenai perkawinan kerajaan terbesar Inggris dalam 30 tahun ini mulai meningkat, Senin (28/3). Rincian mengenai acara itu pun bermunculan di media walau gaun pengantin masih merupakan rahasia negara.

Undangan untuk upacara perkawinan di gereja Westminster Abbey tanggal 29 April sudah dikirimkan, kue pengantin sudah dipilih, kereta kerajaan sudah dipesan, dan musik untuk upacara gereja sudah ditentukan.

Di sekitar detail itu, antusiasme massa terhadap perkawinan kerajaan itu meningkat, baik di Inggris maupun di luar negeri. Banyak orang memandang William dan Kate sebagai suatu napas segar bagi kerajaan.

”Ini sesuatu yang dinanti-nantikan banyak orang,” kata Max Clifford, konsultan hubungan masyarakat terkemuka.

Demam itu terutama terasa di Amerika Serikat. ”Di AS, ini gila,” kata Robert Jobson, komentator keluarga kerajaan dan penulis William and Kate: The Love Story. Jobson mengatakan, sebuah jaringan televisi AS mewawancarainya tiga kali seminggu soal perkawinan agung itu.

Walau orang Inggris tampak lebih tenang menanggapi peristiwa itu, Jobson yakin antusiasme segera meningkat dalam pekan-pekan mendatang. Hal ini dihangatkan oleh semakin banyaknya rincian yang muncul mengenai perkawinan itu. Pasangan William dan Kate juga semakin sering muncul di masyarakat.

”Di Inggris, kami tak mau terlalu bersemangat dan memperlihatkan bahwa kami menikmati. Namun, saat itu terjadi, seluruh tempat akan diserbu dan semua orang akan mabuk dan bersukaria,” katanya kepada AFP.

Badan pariwisata ibu kota Inggris, Visit London, memprediksi 600.000 wisatawan tambahan akan berbondong-bondong ke London untuk acara itu.

Pasangan itu akan menikah di Westminster Abbey. Kate akan tiba dengan limusin Rolls-Royce dan saat dia melangkah masuk ke Abbey, gaunnya akan dilihat satu miliar penonton televisi.

Para pejabat istana merahasiakan rincian mengenai gaun itu walau media menyebutkan penerus almarhum desainer Alexander McQueen, Sarah Burton, telah mendapat tugas tersebut.

Polisi Inggris hari Senin mengatakan, mereka mempertimbangkan tindakan tegas untuk mencegah kekacauan pada perayaan perkawinan kerajaan itu. Kekhawatiran muncul bahwa kaum anarkis akan menjadikan acara itu target menyusul sebuah demonstrasi akhir pekan lalu di London. (AFP/Reuters/DI)

Baca tentang


    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

    Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

    Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

    Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

    Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

    Budaya
    In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

    In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

    Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

    Budaya
    Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

    Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

    BrandzView
    Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

    Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

    BrandzView
    Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

    Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

    Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

    Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

    Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

    Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

    Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

    Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

    Budaya
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X