Wawancara dengan Yockie 3: Dan di Situlah Dia Mengambil "Beceng"

Kompas.com - 26/10/2011, 19:21 WIB
EditorAti Kamil

Jadi, itu alasan Ian Antono buat saya ngomong. "Jadi, oke kalau itu alasannya, oke nanti saya yang ngomongin. Nanti, kalau Iyek datang, kita enggak usah rekaman, tapi kita rapat aja dulu deh."

Selang enggak berapa lama, Iyek akhirnya datang. Terus saya bilang, kita enggak usah rekaman, tapi kita meeting dulu waktu itu. Terus, dari situ duduklah Titiek (Titiek Saelan), istri Ian Antono. Terus, ada juga istri saya (Tiwi Puspitasari). Terus, ada Achmad Albar. Yang dibicarakan itu masalah apa? Bukan masalah narkoba. Yang dibicarakan masalah waktu, masalah schedule.

Terus, saya heran, kenapa malah saya yang dipukulin sama Achmad Albar, bukannya Ian Antono. Saya enggak ngerti, apa dia ngerasa terpojok karena ngerasa "parno" (paranoid).

Kalau orang ngebo'at (mengonsumsi obat-obatan) atau nyimeng (mengisap ganja) itu saya tahu tandanya. Tapi, kalau orang nyabu (mengonsumsi sabu), saya enggak tahu. Yang saya tahu, ini orang pakai kacamata hitam malam-malam, terus tidur lebih dari 12 jam (sehari), ada ribut-ribut juga enggak dengar apa-apa. Saya bilang, ini orang kenapa sih? Terus, saya tahunya dari Ian Antono. Saya tahu masalah sabu itu bukan dari mana-mana.

Yang saya ributkan waktu itu bukan masalah narkoba. Masalah jadwal rekaman. Saya enggak tahu masalah dia pakaw (mengonsumsi sabu).

Dia memukul saya sekali, dua kali. Saya enggak tinggal diam. Saya berusaha mempertahankan diri saya. Terus, saya sama Ian dilerai, terus saya dorong, dan di situlah dia (Iyek) mengambil beceng (pistol) dari dalam tas, saat itu juga. Terus, yang namanya istri Ian dan istri saya mendekap saya supaya enggak di-"dor" kena saya. Terus, saya ditarik pulang ke rumah saya, yang jaraknya hanya 500 meter dari studio saya.

Di situ, saya diamankan oleh istri Ian Antono sambil istri saya mengarahkan semua satpam di wilayah situ agar jangan sampai semua tetangga bangun. Kalau tetangga bangun, nanti saya bisa dituntut ada kejahatan narkoba dan mungkin yang lain-lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kalau senjata itu diduga sebagai senjata mainan, apa komentar Anda?

Ha-ha-ha... itu kan upaya-upaya untuk menghindar. Kenapa baru dikatakan sekarang, itu kan alasan anak kecil. Saya enggak mau nanggapilah.

Setelah kejadian itu, apakah Anda putus silaturahim dengan Iyek?

Jangan salah, saya tidak pernah bersikap bermusuhan dengan Iyek. Ketika Addie MS membikin konser Classic Chrisye (Classic Chrisye: a Night to Remember, 12 Oktober 2009 di Jakarta), ada technical meeting pada saat itu. Di situ saya hadir dan Achmad Albar juga hadir. Dia tidak menegur saya, melihat saya juga tidak. Akhirnya, setelah berapa lama saya tepuk dia, saya bilang, "Apa kabar." Terus, dia bilang apa kabar juga. Memang, saya tidak berniat berbicara panjang lebar. Tapi, paling tidak saya menunjukkan, saya tidak sekerdil itu.

Sama Ian Antono pun saya begitu. Saya enggak mau silaturahim terputus karena kalau silaturahim terputus, itu dosa. Tapi, kalau masalah kerjaan di God Bless, silakan jalan sendiri saja karena saya punya jalan sendiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.