Kabar Baik dari Berlin untuk Indonesia

Kompas.com - 21/02/2012, 10:34 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

LONDON, KOMPAS.com -- Film Indonesia berhasil mencuri perhatian publik internasional di Jerman dan menjadi perbincangan dalam Festival Film Internasional di Berlin atau lebih kerap disebut Berlinale 2012.

"Walaupun belum berhasil membawa pulang piala beruang emas dan perak, dua film Indonesia telah diperhitungkan dalam Berlinale 2012," ujar Sekretaris Tiga KBRI Berlin, Purno Widodo seperti dikutip Antara London, Selasa.

Film berjudul Postcard from the Zoo karya sineas muda Indonesia Edwin berhasil menembus kategori paling bergengsi di Berlinale yaitu Kategori Kompetisi setelah 49 tahun lamanya absen.

Film pertama Indonesia yang berhasil lolos dalam kategori tersebut adalah film berjudul Badai Selatan garapan Sofia WD produksi tahun 1962.

Postcard from the Zoo bertutur mengenai seorang gadis bernama Lana yang ditinggalkan oleh ayahnya di Kebun Binatang di Jakarta. Lana tumbuh bersama binatang-binatang seperti kuda nil, macan dan juga Jerapah yang menjadi binatang sentralnya.

Lana sangat menikmati kehidupannya di kebun binatang tersebut hingga pada suatu ketika keadaan memaksanya untuk keluar dari kebun binatang dan harus berinteraksi di kehidupan yang sebenarnya yang ternyata tidak membahagiakannya sehingga membuatnya kembali ke Kebun Binatang.

Film ini banyak mendapat sorotan dari media masa maupun kritikus film internasional. The Hollywood Reporter menuliskan film ini sebagai film naratif eksperimental yang menawarkan safari yang menyenangkan walaupun beralur lambat.

Sang sutradara Edwin sebagai orang yang paling berpengaruh dalam film tersebut tidak menyangkal bahwa sebagian penonton akan diuji kesabarannya oleh berbagai realisme magis dari potongan idiosinkrasi dalam filmnya, walaupun dalam pembuatannya diakuinya tidak ada binatang yang disakiti.

Film Indonesia lain yang mencuri perhatian publik adalah film karya Kamila Andini berjudul The Mirror Never Lies.  

Gedung Haus der Kultur der Welt yang berkapasitas 1400 penonton terasa sesak oleh antrian penonton yang sebagian besar adalah anak-anak. Film ini memang masuk dalam katagori Generation yang ditujukan untuk anak-anak.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X