Kompas.com - 14/11/2012, 18:52 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Liburan panjang akhir pekan ini, mampir saja ke Banyuwangi di Jawa Timur. Selama sebulan Banyuwangi menggelar acara wisata dan budaya bertajuk "Banyuwangi Festival".

"Festival akan dibuka dengan Festival Anak Yatim pada 15 November pukul 3 sore. Lalu di 17 November ada Parade Gandrung Sewu mulai jam 3 sore. Ada ratusan penari yang menari dengan latar pantai dan Selat Bali," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat jumpa pers, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (14/11/2012).

Parade Gandrung Sewu merupakan seni pertunjukan rakyat yang menceritakan sejarah gandrung dari masa ke masa. Para penari tak menari di atas panggung, melainkan langsung menjejak pasir Pantai Boom. Jarak pantai ini hanya dua kilometer dari pusat kota Banyuwangi.

Pertunjukan akan berlangsung selama 80 menit. Setengah jam pertama, pengunjung bisa melihat berbagai kesenian lokal Banyuwangi. Sesi berikutnya, fragmen Gandrung dimulai. Gandrung sendiri merupakan sendratari khas Banyuwangi dan terdiri dari berbagai versi yaitu Tari Jejer Jaran Dawuk dan Jejer Gandrung Dor.

"Lalu di 17 November malam, ada jazz festival. Banyak sekali peminatnya, tiketnya sudah habis," tutur Abdullah.

Pada Banyuwangi Jazz Festival akan tampil Syaharani and the Queenfireworks, Rieke Roslan dan Reza The Groove, dan Monita Tahalea and Friends. Tampil pula Riza Arshad yang akan tampil dengan Gandrung Jazz. Dalam acara musik tersebut, nuansa gandrung hingga musik tradisi akan turut hadir.

"Pada tanggal 18 siang, ada Banyuwangi Ethno Carnival. Ini tematik, temanya 'Re-Barong Using'. Di Banyuwangi ada yang namanya Barong, salah satu kesenian kami. Nantinya kostum-kostum yang tampil dasarnya tentang Barong," jelas Abdullah.

Ia berharap dengan hal tersebut akan terjadi proses pembelajaran sejarah dan budaya Barong dari sebuah baju atau kostum karnival. Karnival yang diusung Banyuwangi pun ingin berdasarkan tematik yaitu budaya-budaya lokal.

"Jumat di tanggal 22 November ada pergelaran wayang kulit. Wayang kulit akan mengangkat pesan-pesan pembangunan dan nilai-nilai masyarakat Mataraman. Ini untuk penyeimbang, jazz untuk yang muda, wayang untuk yang tua-tua," ungkap Abdullah.

Wayang akan dibawakan oleh Dalang Ki Enthus Susmono di Alun-alun kecamatan Genteng. Selanjutnya pada tanggal 1-2 Desember 2012, akan berlangsung acara International Power Cross Championship yang diikuti peserta dari berbagai negara.

"Pada tanggal 7 sampai 9 Desember, ada Tour de Ijen. Ada tiga etape yang dilalui dari gunung, laut dan perkebunan. Sudah ada beberapa negara yang mendaftar. Beberapa tim dari juga ikut di Tour de France. Di pinggir jalan ada kesenian-kesenian yang disuguhkan," jelas Abdullah.

Selanjutnya pada tanggal 12 Desember 2012 akan ada deklarasi narkoba dengan Konser Band Ungu.

Banyuwangi Festival kemudian ditutup dengan Festival Kuwung, sebuah festival yang memamerkan keaslian budaya dan adat Banyuwangi. "Festival budaya asli dari kampung-kampung, kita tampilkan di sini," tutur Abdullah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.