Kompas.com - 05/02/2013, 18:58 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Raffi Ahmad, Rahmat Harahap mengatakan, pihaknya akan melakukan sejumlah langkah hukum untuk membuktikan kliennya tak bersalah. Salah satu langkahnya adalah dengan mendatangkan saksi ahli saat kasus kliennya masuk ke meja hijau.

"Akan kita hadirkan beberapa saksi ahlinya. Tentunya Dalam konteks Undang-undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009," ujarnya kepada wartawan, Selasa (5/2/2013).

Pengacara yang baru bekerja secara efektif tiga hari terakhir tersebut menjelaskan, saksi ahli yang rencananya akan dihadirkan di persidangan memiliki latar belakang farmasi kimia. Namun, ia urung mengatakan siapa saksi ahli tersebut.

"Banyaklah orang-orang Indonesia, ada dari Universitas Indonesia, dari mana-mana. Enggak perlu dari luar negeri," ujarnya percaya diri.

Rahmat menuturkan, kini, timnya yang terdiri dari lima orang tengah fokus pada penyelesaian BAP (Berita Acara Pemeriksaan) kliennya yang dikatakannya hampir selesai. Rahmat berharap, berkas Raffi dapat selesai dalam waktu dua hari ke depan dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Adapun terkait segala pembelaan, pengacara yang diketahui kerap membela terdakwa warga negara asing dalam kasus narkotika tersebut enggan mengungkapkannya sekarang. Rahmat hanya mengatakan latar belakang ia membela Raffi adalah atas dasar kliennya adalah ikon kaum muda dan simbol tulang punggung keluarga.

"Kita lihat nanti di persidangan. Materi BAP itu sifatnya rahasia. Pokoknya saya membela Raffi karena saya senang dengan Raffi, sayang sama ibu, ikon anak muda dan pekerja keras," ujarnya.

Presenter acara musik Dahsyat tersebut telah menjalani masa tahanan di BNN selama lima hari dari 20 hari masa tahanan pascaditetapkannya jadi tersangka Jumat (1/2/2013) lalu. Raffi disangka dengan Pasal 111 Ayat 1 Juncto 112 Ayat 1 dan 132, 133 Juncto 127 UU Nomor 35 Tahun 2009dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan Video Lainnya >

    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.