Kris Biantoro Tampak seperti Tertidur

Kompas.com - 13/08/2013, 18:43 WIB
Vokalis, aktor, dan pembawa acara senior Kris Biantoro, berbicara di kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (23/2/2010). Ia menjadi Ketua Performers's Rights Society of Indonesia (PRISINDO), lembaga swadaya nirlaba yang didirikan para penyanyi dan pemusik, bertujuan menyebarkan pemahaman tentang perlindungan hak-hak para penyanyi dan pemusik atas rekaman suara dan permainan musik mereka. KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYATVokalis, aktor, dan pembawa acara senior Kris Biantoro, berbicara di kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (23/2/2010). Ia menjadi Ketua Performers's Rights Society of Indonesia (PRISINDO), lembaga swadaya nirlaba yang didirikan para penyanyi dan pemusik, bertujuan menyebarkan pemahaman tentang perlindungan hak-hak para penyanyi dan pemusik atas rekaman suara dan permainan musik mereka.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com — Penyanyi, aktor, dan pembawa acara kawakan Kris Biantoro (75) meninggal dunia di kediamannya di Cibubur, Jakarta Timur, pada Selasa (13/8/2013), pukul 13.30 WIB. Pembantu rumah tangganya, Sum, yang sedang berada di rumah itu ketika Kris kedapatan tak lagi bernyawa, mengatakan bahwa Kris tampak seperti tertidur.

"Jam 12.30 (siang), Bapak sendiri di rumah sama Sum, yang sudah 30 tahun ikut (bekerja sebagai pekerja rumah tangga di kediaman Kris). Katanya, Bapak tertidur di kursi bambu sambil dengerin burung (peliharaannya)," cerita anak pertama Kris, Invianto, dalam wawancara di Rumah Sakit Melia Cibubur, Selasa (13/8/2013), tempat jenazah Kris dimandikan.

Invianto semula khawatir kondisi Kris semakin memburuk setelah 38 tahun menderita gagal ginjal. Namun, menurut Invianto, ayahnya bisa jadi terkena serangan jantung sehingga akhirnya tutup usia. "Enggak ada tanda-tanda sih ya. Minggu (10/8/2013) masih happy banget. Kemungkinan besar serangan jantung," ucap Invianto.

"Yang kami takut ginjalnya, eh malah kena jantungnya. Kami ditelepon sama pembantu dan langsung kami cek sama dokter di klinik dekat rumah, (denyut) nadinya sudah enggak ada. Kami langsung bawa ke rumah sakit dan memang sudah enggak ada," lanjutnya,

Di luar itu, Invianto mengenang figur Kris sebagai panutan keluarga yang memiliki jiwa nasionalis. "Semacam panutan, semangat nasionalismenya, pemikiran yang dituangkan dalam buku, jiwa kesatrianya, ditanamkan kepada keluarga dan teman-teman artisnya. Dia selalu ngasih motivasi kepada semua orang, termasuk saya," ucapnya lagi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.