Bowie "Gugun Blues Shelter": Anak Betawi Mudik ke Yogyakarta

Kompas.com - 16/08/2013, 14:39 WIB
Para personel grup Gugun Blues Shelter, John Armstrong alias Jono, Muhammad Gunawan atau Gugun, dan Aditya Wibowo alias Bowie (dari kiri ke kanan) berpose dalam acara peluncuran dua album terbaru mereka, yang masing-masing berjudul Satu untuk berbagi dan Solid Ground, di Rolling Stone Cafe, Jakarta, Kamis (22/12/2011). Album Solid Ground tidak hanya dipasarkan di Indonesia, tetapi juga di AS. Para personel grup Gugun Blues Shelter, John Armstrong alias Jono, Muhammad Gunawan atau Gugun, dan Aditya Wibowo alias Bowie (dari kiri ke kanan) berpose dalam acara peluncuran dua album terbaru mereka, yang masing-masing berjudul Satu untuk berbagi dan Solid Ground, di Rolling Stone Cafe, Jakarta, Kamis (22/12/2011). Album Solid Ground tidak hanya dipasarkan di Indonesia, tetapi juga di AS.
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Peringatan Hari Kemerdekaan RI menjadi harapan akan adanya kebebasan bermusik di Indonesia bagi drumer Gugun Blues Shelter, Bowie (29). Ia berharap musik Indonesia, terutama industri musik, akan semakin maju.

"Lebih dari yang sekarang, misalnya tidak ada lagi pemusik yang didikte dan diatur-atur. Kalau ingin maju, ambil yang baik saja. Sementara yang jelek-jelek, seperti penjiplakan dan pembajakan, dibuang saja," kata Bowie saat makan siang di Jakarta, Kamis (15/8/2013).

Pemilik nama asli Aditya Wibowo ini lahir di Jakarta, 23 Juni 1984. Bowie merasa sebagai anak Betawi, tetapi Lebaran lalu dia mudik selama sepekan ke Yogyakarta bersama istri, anak, dan ibunya.

"Aslinya tetap orang Jawa. Dulu, ketika masih SMP dan SMA, saya mudik ke Yogyakarta naik mobil. Kalau sekarang, saya tidak kuat lama-lama di jalan dan kemacetannya sangat menguras tenaga. Dari tahun ke tahun kondisinya malah tambah parah dan sekarang terlalu parah," ujarnya.

Seperti umumnya turis yang datang ke kota gudeg tersebut, Bowie juga nongkrong di Alun-alun Kidul dan ikut melewati pohon beringin kembar sembari menutup mata. Ia pun menyambangi kakek nenek, teman- teman lama, dan kerabatnya.

"Saya juga main ke Kasongan, tempat pembuatan keramik," ujarnya. (TIA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.