Trio Macan Ditolak DPRD Bengkulu

Kompas.com - 16/09/2013, 19:42 WIB
|
EditorAti Kamil
BENGKULU, KOMPAS.com -- Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu menolak kehadiran grup vokal dangdut Trio Macan, yang dijadwalkan akan tampil pada Festival Pesisir Bengkulu atau Bengkulu Beach Festival, 27 hingga 30 September 2013.

"Sesuai aspirasi masyarakat yang menolak kehadiran Trio Macan di Bengkulu, kami dari Komisi IV juga mendukung upaya penolakan kehadiran Trio Macan di Bengkulu," kata Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Syafrianto Daud, Senin (16/9/2013).

Syafrianto menyampaikan hal itu usai memimpin rapat koordinasi persiapan Festival Pesisir Bengkulu bersama Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu di Sekretariat DPRD. Jika penampilan tiga pedangdut itu dipaksakan, sambungnya, DPRD tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami hanya menyampaikan aspirasi masyarakat untuk menghindari hal hal-hal yang tidak diinginkan," tambahnya.

Menurut Syafrianto, Trio Macan ditolak karena dianggap biasa memertontonkan goyangan yang tidak sopan. Untuk itu, lanjutnya, Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu harus segera membatalkan rencana pementasan mereka. Dinas Pariwisata, sambungnya lagi, harus segera mencari penyanyi pengganti dengan penampilan yang dianggap sopan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Hasanudin, mengatakan akan segera menindaklanjuti permintaan para wakil rakyat itu. "Kami tidak keberatan, kalau memang itu aspirasi masyarakat, ya dibatalkan," ujarnya.

Menurut Hasanudin, Trio Macan semula akan didatangkan ke Bengkulu atas dukungan pihak sponsor alias tidak menggunakan dana pemerintah daerah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X