Mahfud MD-Dahlan Iskan Puji dan Wanti-wanti Slank

Kompas.com - 01/11/2013, 14:25 WIB
Dahlan Iskan (kiri) dan Mohammad Mahfud MD KOMPAS.com/IRFAN MAULLANADahlan Iskan (kiri) dan Mohammad Mahfud MD
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com — Dua sosok pemerintahan sekaligus politisi yang mengaku penggemar band Slank, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, dan Menteri BUMN Dahlan Iskan, memuji konsistensi Kaka (vokal), Bimbim (drum), Abdee (gitar), Ridho (gitar), dan Ivanka (bas) dalam menyuguhkan lagu-lagu bertema kritik sosial, kepedulian terhadap lingkungan hidup, dan anti-korupsi.

"Pada substansinya ada tiga hal yang bersentuhan dengan pemikiran saya," kata Mahfud dalam acara peluncuran album Slank Nggak Ada Matinya di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2013). "Pertama, lagu Slank bersentuhan dengan pemberantasan korupsi. Selain itu, (yang kedua) mereka merasa dicekal lalu mengadu ke MK. Karena itu, undang-undang polisi perlu diuji (sewaktu MK dipimpin oleh Mahfud). Tapi, belum diuji, akhirnya Slank sudah bisa ke mana-mana," lanjutnya. "Yang ketiga, kalau dulu (lagu Slank) lebih ke kritik sosial, sekarang lebih ke perlindungan alam. Alam kita sudah banyak dirusak dan Slank mengampanyekan untuk melindungi itu," sambungnya.

Seperti Mahfud, Dahlan, yang pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi koran, juga memberi dua jempol untuk Slank. "Selama saya jadi wartawan, redaktur, lalu jadi pimpinan tertinggi sebagai pemred di Jawa Pos, saya lihat Slank enggak ada matinya. Tapi, beda dengan para 'bunglon', para pengecut itu gampang mati. Ketika zaman berubah, ketika Slank melawan, dan yang dilawan itu mati, Slank enggak ada matinya karena mereorientasi keadaan yang berat," tutur Dahlan.

Namun, Dahlan juga mewanti-wanti agar Kaka, Bimbim, Abdee, Ridho, dan Ivanka menolak politisi yang berupaya memanfaatkan Slank, yang selama ini diketahui memiliki kira-kira 30 juta penggemar yang disebut Slanker.

"Karena Slank 'jemaahnya' begitu besar, akan jadi sasaran politisi untuk mengambil untungnya. Mesti ingat bahwa 'jemaah' puluhan juta itu diraih bukan dengan cara yang mudah, tapi perlu waktu yang lama dan enggak enak," pesan Dahlan.

Pesan itu tentu dipahami oleh Slank. Mewakili rekan segrupnya, Kaka menekankan bahwa mereka akan tetap berkomitmen untuk tak membela salah satu kepentingan atau golongan. "Slank berdiri di atas semua golongan dan kami enggak mau memihak salah satu golongan. Kami respek ke semua golongan," ujar Kaka.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X