Kata Hanung, Rachmawati Merasa Ditinggalkan

Kompas.com - 18/12/2013, 13:43 WIB
Hanung Bramantyo KOMPAS.com/ICHSAN SUHENDRAHanung Bramantyo
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com — Meski film Soekarno sudah diputar di gedung-gedung bioskop Indonesia, konflik yang menyertainya masih bergulir. Konflik itu bermula dari ketidaksetujuan Rachmawati Soekarnoputri, salah seorang putri presiden pertama Indonesia, terkait pemilihan Ario Bayu menjadi pemeran tokoh Soekarno, hasil casting oleh pihak Hanung selaku sutradara.

"Kenapa Ario Bayu? Menurut saya memang itu yang pas. Munculnya pertama kali konflik sebenarnya sederhana, ketidakcocokan pemain. Kalau kita sikapi dengan dewasa, sebenarnya enggak akan ada masalah seperti ini," tutur Hanung kepada para peliput, termasuk tabloidnova.com, dalam jumpa pers di Citywalk Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2013).

Padahal, menurut Hanung, Rachmawati ikut menyeleksi calon pemeran ayahnya itu. "Bu Rachma melakukan proses casting dan saya di Dapur Film juga melakukan casting. Kita buka sistem casting (secara) online. Setelah di-casting sama Bu Rachma, di-casting ulang di Dapur Film. Ada Imam Wibowo, Agus Kuncoro. Saya ingin memunculkan tokoh ini adalah hero. Makanya, pilihan saya orang yang punya postur 170 cm ke atas, Agus Kuncoro, Darius (Sinathrya), Ario Bayu. Kita casting dengan baju. Itulah yang kita present. Muncullah pandangan gesture Bapak (Soekarno) enggak kayak gitu. Saya bilang, kita bikin film, yang kita bikin representasi tokoh Soekarno bagi kaum muda. Sempat berpikir Soekarno dimainkan orang Belanda. Kita pikir lagi, masa Soekarno yang benci Belanda, sosoknya dimainkan oleh Belanda," terang Hanung.

Menurut Hanung pula, Rachmawati merasa ditinggal lantaran pemilihan Ario tak melibatkan dirinya sepenuhnya. "Bu Rachma merasa ditinggalkan. Akhirnya, Ibu diundang ke MVP (MVP Pictures, penggarap Soekarno) untuk lihat dan diskusi, tapi Ibu enggak datang," terangnya lagi. (Icha)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.