Animator Indonesia di Balik "The Hobbit"

Kompas.com - 18/12/2013, 21:10 WIB
EditorAti Kamil
WELLINGTON, KOMPAS.com — Kecintaan Rini Sugianto terhadap dunia animasi telah membuahkan kesuksesan di Hollywood. Setelah ikut menggarap film animasi Tintin, Rini, animator Indonesia yang kini tinggal di Wellington, Selandia Baru, kembali menjadi bagian dari "tim sukses" untuk beberapa film Hollywood yang berhasil menduduki posisi teratas di Box Office.

"Animasi sendiri itu very detail oriented. Saya suka ngerjain something yang detail oriented. Kadang nyapein, cuman it's fun. It's fun ngelihat something yang dari enggak bergerak sampai akhirnya bergerak, terutama kalau orang yang ngelihat enggak bisa bedain apakah itu live action atau 3D," kata Rini yang memperoleh gelar S-1 jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Parahyangan di Bandung ini.

Sejak 2010, Rini, yang juga meraih gelar S-2 jurusan Animasi dari Academy of Art di San Francisco, California, AS, bekerja di perusahaan WETA Digital, milik sutradara Peter Jackson. Awal kepindahan Rini dari AS ke Selandia Baru adalah untuk menggarap film The Adventure of Tintin: The Secret of Unicorn.

"Tahun kemarin lumayan sibuk. Jadi, setelah Tintin, saya ikutan ngerjain film Avengers, setelah itu film Hobbit, November kemarin. Sekarang yang baru akan keluar, yang baru selesai juga, itu Iron Man: 3," kata Rini.

Menurut jadwal, film Iron Man: 3 akan ditayangkan di AS mulai Mei 2014. "Iron Man: 3 itu yang ngerjain bukan hanya WETA aja, jadi company-company lain juga ikutan ngerjain," tambah perempuan kelahiran 1980 ini.

Ikut menggarap film-film Hollywood yang terkenal dan paling dinanti bagi Rini adalah hal yang sangat menyenangkan.

"Senang ya. WETA kebetulan dapat high profile project. Jadi, kita banyak kesempatan untuk ngerjain film-film yang lumayan terkenal dan ditunggu-tunggu sama orang. Yang paling serunya mungkin kita bisa tahu ending filmnya sebelum filmnya hit theater. Jadi, bisa tahu story-nya dulu. Kita bisa lihat behind the scene-nya dan pembuatannya. Kayak film Hobbit itu kan termasuk salah satu film yang ditunggu-tunggu orang banget ya, setelah Lord of the Rings sepuluh tahun lalu. Red carpet-nya kebetulan di Wellington, kita semua satu company ikutan nonton dan satu kota Wellington ini waktu itu benar-benar support banget sama filmnya. Rasanya senang aja kita jadi part of it," ujar Rini.

Walaupun begitu, menggarap film-film animasi terkenal tentunya banyak sekali tantangannya. Berbeda dengan film animasi seperti Tintin yang seluruhnya dikerjakan dengan menggunakan komputer, untuk film Hobbit, Rini dan para animator lainnya harus menggabungkan antara hasil shooting yang telah dilakukan oleh sutradara Peter Jackson sebelumnya dengan animasi yang mereka buat.

"Ruang geraknya sendiri agak-agak terbatas karena kita harus matched sama yang mereka sudah shooting. Dan, pressure-nya tinggi pas Hobbit. Karena itu film yang ditunggu-tunggu jadinya kita benar-benar harus bikin yang bagus," jelas perempuan yang hobi mendaki gunung bersama suaminya ini.

Suasana di Wellington yang merupakan ibu kota dari Selandia Baru itu sendiri juga cukup ramai menjelang penayangan film perdana The Hobbit.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.