Caroline Zachrie Berjualan Perhiasan Emas Imitasi

Kompas.com - 30/03/2014, 10:19 WIB
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Lebih dari tiga tahun tinggal di Singapura, Caroline Zachrie (39) rindu pada dunia hiburan Tanah Air. Namun, tuntutan sebagai seorang ibu bagi Jonah (3) membuatnya harus menahan diri.

Akhirnya, Caroline menjalani bisnis perhiasan emas imitasi 18 karat yang dipadukan dengan kristal swarovski. Suaminya mendukung kegiatan yang dijalani di sela waktu momong anak itu. Kerinduan Caroline untuk kembali bekerja bisa dimaklumi karena ia sudah mengawali kariernya sebagai peragawati sejak usia 18 tahun.

"I love fashion. Bagi saya, senang rasanya kembali lagi. Saya suka bertemu orang-orang," kata Caroline yang berbincang dalam bahasa Indonesia campur bahasa Inggris.

Seperti pada Kamis (27/3/2013), Caroline memasarkan perhiasan VSB asal Spanyol yang sudah dilabeli merek Caroline Zachrie. Caroline menjual perhiasan itu terbatas kepada teman-teman dekatnya di Jakarta. Sementara di Singapura, ia turut serta di pameran perhiasan, selain pemasaran lewat media sosial.

"Ini bukan emas jadi harus dibersihkan. Asal dipelihara dan enggak kena minyak wangi atau hair spray. Bisa berumur setahun atau dua tahun. Bentuknya klasik, tetapi tetap ada rasa funky-nya sehingga bisa dipakai untuk kegiatan formal ataupun kasual," tutur Caroline yang memulai bisnis itu sejak enam bulan terakhir.

Koleksi buatan tangan itu pun langsung diserbu teman-temannya hingga terjual seluruhnya. Laris. (WKM)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X