TransTV: Keluarga Benyamin S Memaafkan Kami

Kompas.com - 26/06/2014, 19:59 WIB
Para bintang Yuk Keep Smile (YKS), yaitu Adul, Omes, Kiwil, Caisar, dan Denny (dari kiri ke kanan), berfoto bersama sesudah jumpa pers road show Yuk Keep Smile: Hura Hurain Jakarta, Sabtu (23/11/2013) di Jakarta. TRIBUN JAKARTA/JEPRIMAPara bintang Yuk Keep Smile (YKS), yaitu Adul, Omes, Kiwil, Caisar, dan Denny (dari kiri ke kanan), berfoto bersama sesudah jumpa pers road show Yuk Keep Smile: Hura Hurain Jakarta, Sabtu (23/11/2013) di Jakarta.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Tim produksi acara televisi Yuk Keep Smile (YKS) dan TransTV mengadakan silaturahim dengan pihak keluarga almarhum Benyamin Sueb di Kantor Bens Radio, Jakarta, Kamis (26/6/2014). Pihak seniman legendaris Betawi itu diwakili oleh Biem T Benjamin; Wakil Ketua Umum Bamus Betawi, M Amirudin A Ralli;serta  beberapa tokoh Betawi dan wakil masyarakat.

Dalam kesempatan itu, pihak TransTV, yang diwakili oleh Kepala Divisi Corporate, Latif Harnoko, menyampaikan permohonan maaf.

"Alhamdulillah di apresiasi pihak keluarga, keluarga almarhum Benyamin menyambut baik, penuh kekeluargaan, keakraban. Sebagai hikmah lah menjelang ramadhan, silaturahmi," ujar Kepala Departemen Marketing Public Relations TransTV, A Hadiansyah Lubis, ketika diwawancara oleh Kompas.com melalui telepon, Kamis (26/6/2014).

Menurut Hadiansyah, permintaan maaf dari TransTV-- terkait keberatan pihak keluarga dan penggemar Benyamin mengenai tayangan YKS edisi 20 Juni 2014, (20/6/2014), yang memuat pelecehan terhadap sosok Benyamin--diterima oleh pihak keluarga Benyamin.

"Sekarang sudah terjalin komunikasi baik. Jadi, sudah tidak ada masalah, pihak keluarga memahami dan menerima permintaan maaf kami," ucap Hadi.

Pada Selasa (24/6/2014), sejumlah orang yang mewakili keluarga dan penggemar Benyamin mendatangi kantor TransTV, Jalan Tendean, Jakarta Selatan. Mereka menuntut YKS dihentikan dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengabulkan tuntutan itu.

"Karenanya, hari ini KPI juga telah mengeluarkan edaran kepada seluruh lembaga penyiaran untuk tidak menayangkan hipnoterapi, relaksasi dan sejenisnya di luar program kesehatan," tulis pihak KPI dalam situs resminya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X